Manggarai, Grafikanews.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) secara resmi memulai pembangunan rumah panen dan fasilitas penggilingan padi berbasis listrik.
Fasilitas pengolahan hasil pertanian ini dibangun di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Pembangunan ini direalisasikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai wujud kepedulian PLN terhadap masyarakat sekitar.

Program ini diharapkan dapat mempermudah akses petani sekaligus membantu menekan biaya penggilingan setelah fasilitas selesai dibangun dan beroperasi.
Dimulainya pembangunan sarana pertanian ini ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama pada Jumat (16/10/2026).
Rumah panen tersebut rencananya akan dibangun dengan luas sekitar 70 meter persegi.
Bangunan ini nantinya akan dilengkapi dengan tiga unit mesin penggiling padi berbasis listrik, yang masing-masing membutuhkan daya sebesar 1.800 watt.
Fasilitas di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu ini disiapkan secara khusus untuk mendekatkan layanan penggilingan kepada masyarakat.
Langkah ini juga sekaligus menyediakan alternatif pengolahan hasil panen yang lebih modern dan tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak (BBM).
Ketua Adat Gendang Wewo, Hendrikus Ampak, menyambut sangat baik dimulainya pembangunan fasilitas tersebut di desanya.
Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan PLN yang selama ini telah banyak diterima oleh masyarakat Desa Wewo.
“Bantuan ini merupakan bantuan yang ke sekian kalinya kami rasakan dari PLN dan sangat membantu masyarakat Desa Wewo,” ungkap Hendrikus.
Ia menjelaskan, selama ini para petani harus membawa padi ke tempat penggilingan yang lokasinya cukup jauh dari kawasan permukiman.
Kondisi tersebut menuntut warga untuk mengeluarkan waktu dan tenaga tambahan, serta biaya transportasi dan jasa penggilingan yang tidak sedikit.
“Selama ini masyarakat harus pergi jauh untuk melakukan penggilingan padi dan biayanya juga mahal. Karena itu, sekali lagi saya menyampaikan limpah terima kasih kepada PLN atas bantuan yang sudah diberikan,” ujarnya.
Hendrikus sangat berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga fasilitas tersebut nantinya dapat segera dimanfaatkan oleh para petani.
Apresiasi serupa juga turut disampaikan secara langsung oleh Kepala Desa Wewo, Laurensius Langgut.
Ia menyambut antusias pembangunan rumah panen dan fasilitas penggilingan padi ini sebagai bagian dari dukungan PLN terhadap pemberdayaan masyarakat.
“Mewakili masyarakat Desa Wewo, kami merasa bangga atas bantuan ini. Ini merupakan bantuan PLN yang kesekian kalinya untuk pemberdayaan masyarakat di Desa Wewo,” kata Laurensius.
Ia berharap fasilitas yang mulai dibangun tersebut nantinya dapat menunjang segala bentuk kegiatan pertanian warga setempat.
Laurensius juga berharap kerja sama yang baik antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak PLN dapat terus terjaga secara berkesinambungan.
“Kami berharap masyarakat Desa Wewo dan pihak PLN terus memperkuat kerja sama dalam mendukung kegiatan pembangunan geothermal Unit 5 di Desa Wewo,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulumbu dari PT PLN (Persero) UPP Nusra 2, Roya Ginting, turut memberikan penjelasannya.
Ia menyebut bahwa kegiatan peletakan batu pertama ini menjadi langkah awal dari pembangunan sarana pendukung kegiatan produktif masyarakat.
“Pihak PLN bersama masyarakat Desa Wewo melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama dalam rangka pembangunan rumah panen atau penggilingan padi yang menggunakan tenaga listrik,” jelas Roya.
Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang untuk mendorong pemanfaatan energi listrik dalam sektor pengolahan hasil pertanian daerah.
Setelah dioperasikan, mesin penggiling padi berbasis listrik ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi bagi masyarakat yang menghadapi kendala ketersediaan BBM.
Roya berharap fasilitas yang disiapkan ini nantinya dapat dikelola dengan baik agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat secara berkelanjutan.
Pada kesempatan terpisah, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, menyampaikan komitmen kuat dari lembaganya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan rumah panen merupakan bagian dari komitmen PLN untuk selalu mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan ketenagalistrikan.
“Kami berharap fasilitas ini dapat membantu petani mengurangi kendala biaya dan akses penggilingan, sekaligus memperkuat produktivitas serta ketahanan pangan masyarakat Desa Wewo,” ujar Manurung.
Ia menambahkan, harapan tersebut tentunya perlu didukung oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas yang ada.
Kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, dan warga sangat diharapkan dalam hal pengelolaan dan perawatan mesin penggilingan padi ke depannya.
Melalui program ini, PLN UIP Nusra berharap pemanfaatan listrik untuk kegiatan produktif dapat membantu memperlancar pengolahan hasil panen dan mendukung kemandirian ekonomi warga.
[Red]




Gelar Simulasi Lintas Sektor, BPBD NTB P...
Gelar Visitasi Tahap II, RSUD Lombok Uta...
Atasi Kekeringan, BPBD Lombok Utara Salu...