Lombok Utara, Grafikanews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus memperkuat upaya penanganan kekeringan dengan menggandeng Bank NTB Cabang Tanjung untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.
Melalui kolaborasi sukarela tersebut, Bank NTB mengerahkan armada mobil tangki air bersih dengan menyalurkan empat tangki setiap Sabtu.
Bantuan ini menjadi dukungan bagi BPBD KLU dalam menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD KLU, M. Zaldy Rahadian, mengatakan keterlibatan Bank NTB menjadi salah satu bentuk dukungan dari pihak lain dalam membantu pemerintah daerah menangani dampak kekeringan.
Menurutnya, penyaluran air bersih dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD agar distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
"Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD agar distribusi air dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga di wilayah terdampak," ujar Zaldy. selasa (13/10).
Ia menegaskan, sinergi dengan berbagai pihak diperlukan untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama selama status siaga darurat kekeringan masih berlangsung.
"Kalau untuk suplay air kemasyarakat saya rasa masih bisa tercover semua karena kita juga di backup oleh teman-teman polres, bank NTB dan PDAM, "tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bank NTB Cabang Tanjung, Umarta, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung penanganan kekeringan sesuai kemampuan melalui koordinasi bersama BPBD KLU.
“Alhamdulillah dua bulan ini, setiap hari Sabtu kita salurkan air bersih itu empat tangki,” ujar Umarta.
Ia menjelaskan, penyaluran rutin dilakukan setiap Sabtu karena keterbatasan personel dan kendaraan pada hari kerja. Sebagai lembaga perbankan, Bank NTB juga harus menjaga agar pelayanan dan aktivitas operasional tetap berjalan.
Meski demikian, bantuan di luar jadwal rutin tetap memungkinkan apabila terdapat kondisi mendesak. Penyaluran dapat diatur melalui komunikasi dengan BPBD.
“Kalau hari lain cukup telepon sama BPBD. Bisa diatur lewat itu,” jelasnya.
Umarta mengaku prihatin terhadap kondisi masyarakat yang masih kesulitan memperoleh air bersih, khususnya di wilayah Kecamatan Bayan.
Ia berharap kondisi kekeringan segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan air dengan lebih mudah.
“Harapannya mudah-mudahan kekeringan ini cepat selesai. Kita juga prihatin. Bayangkan di Bayan sana, kadang air jauh, sebotol Aqua dia bawa air untuk wudhu,” tuturnya.
BPBD KLU berharap dukungan Bank NTB dan pihak-pihak lainnya dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan, penyaluran air bersih diharapkan semakin tepat sasaran sesuai kebutuhan warga di lapangan.
Kolaborasi ini sekaligus memperkuat upaya penanganan kekeringan di Lombok Utara, dengan BPBD sebagai koordinator penanganan di daerah dan dukungan berbagai pihak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.(Eza)




RSUD Lombok Utara Siap Sukseskan Kegiata...
BPBD KLU bersama Bank NTB Konsisten Salu...
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI...