Sesaot Bukan Hanya Indah, Tapi Juga Sejahtera, Gagasan Sarbini Menuju Pilkades 2026

Lombok Barat, Grafikanews.com - Berbekal pengalaman sebagai Penjabat (Pj) Kepala Desa Sesaot dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kantor Camat Narmada, Sarbini menyatakan kesiapannya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dengan maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) Sesaot dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Lombok Barat 2026.

Sarbini pria kelahiran 1978 di Dusun Penangke, Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Selasa (13/10) membawa gagasan pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, serta tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui visi “SESAOT MAJU, MANDIRI, DAN BERKAH 2026–2032”, Sarbini menawarkan arah pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan potensi wisata dan pertanian, serta pemerataan manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Visi tersebut mengandung semangat Sesaot yang Sehat, Edukatif, Sejahtera, Alam Lestari, Orang Unggul, dan Terlayani. Tujuannya adalah mewujudkan Desa Sesaot yang maju perekonomiannya, mandiri warganya, serta berkah dalam kehidupan beragama, sosial, dan lingkungan.

Lima Pilar Utama Pembangunan Desa, untuk mewujudkan visi tersebut, Sarbini merumuskan lima pilar utama yang menjadi landasan program pembangunan Desa Sesaot selama periode 2026–2032.

Pertama, penguatan ekonomi melalui sektor wisata dan pertanian, Sarbini menempatkan potensi wisata dan pertanian sebagai salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat. Melalui konsep Sesaot Sentra Wisata & Pertanian Berkah, ia menggagas pengembangan Kampung Wisata Sesaot dengan peningkatan fasilitas pendukung, seperti penataan parkir, toilet, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Selain itu, terdapat rencana pelatihan bagi pemuda untuk menjadi pemandu wisata dan pengelola homestay. Saya akan pengembangan Pasar Tani Digital Sesaot juga menjadi bagian dari gagasan untuk memperluas pemasaran hasil pertanian, seperti sayuran, kopi, dan durian, ke hotel serta restoran di wilayah Mataram dan sekitarnya," katanya. 

Program Satu Dusun Satu Produk Unggulan turut diusulkan untuk mendorong setiap dusun mengembangkan produk sesuai potensi lokal, mulai dari kerajinan bambu hingga aneka olahan hasil pertanian.

"Melalui program tersebut, pengembangan wisata saya harapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperluas sumber pendapatan masyarakat setempat," ujarnya. 

Kedua, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial keagamaan, pada sektor sosial, Sarbini mengusung konsep Sesaot Cerdas dan Berakhlak. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, memperkuat kehidupan keagamaan, serta meningkatkan perhatian terhadap kesehatan masyarakat.

"Salah satu gagasan saya adalah program Beasiswa Sesaot Cerdas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu pada jenjang SD hingga SMA, termasuk dukungan bagi para penghafal Al-Qur'an," akunya. 

Ia juga menggagas penguatan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), kegiatan keagamaan bagi generasi muda, serta penyelenggaraan lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) antardusun.

Di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial, program yang direncanakan meliputi pemeriksaan kesehatan rutin melalui posyandu, kegiatan bagi warga lanjut usia, serta bantuan sosial bagi lansia yang membutuhkan.

Ketiga, pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat, melalui konsep Sesaot Terhubung dan Nyaman, Sarbini menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur yang menunjang mobilitas warga, kegiatan ekonomi, dan pengembangan pariwisata.

"Sejumlah program yang kita usulkan meliputi peningkatan jalan usaha tani dan akses menuju objek wisata, perbaikan jaringan air bersih, serta penyediaan sumur bor pada titik-titik yang mengalami kesulitan air," jelasnya. 

Selain itu, ia menggagas penambahan penerangan jalan berbasis tenaga surya dan penyediaan akses Wi-Fi gratis di fasilitas publik, seperti balai desa dan taman.

Pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Desa Sesaot.

Keempat, menjaga kelestarian lingkungan dan potensi alam desa, sebagai desa yang memiliki potensi wisata alam, pelestarian lingkungan menjadi salah satu perhatian dalam visi pembangunan Sarbini.

Melalui program Sesaot Hijau dan Lestari, ia mengusulkan gerakan Sesaot Bebas Sampah 2027 melalui pembentukan bank sampah di setiap dusun, pengembangan tempat pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle (TPS 3R), serta kegiatan gotong royong rutin.

Sarbini juga menggagas program Satu Rumah Satu Pohon Buah melalui pemberian bibit durian, alpukat, dan manggis kepada masyarakat.

Di kawasan wisata, ia mendorong peningkatan kesadaran wisata dan lingkungan melalui edukasi kepada pengunjung, pengawasan kebersihan, serta pelibatan relawan untuk menjaga kelestarian kawasan air terjun dan sumber daya alam lainnya.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata, peningkatan ekonomi masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

Kelima, mewujudkan pemerintahan desa yang transparan dan melayani. Pilar terakhir adalah pembenahan tata kelola pemerintahan melalui konsep Sesaot Transparan dan Melayani.

Sarbini menggagas pelayanan administrasi desa berbasis digital melalui layanan WhatsApp untuk mempermudah pengurusan dokumen masyarakat. Ia juga mengusulkan penyediaan papan informasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di setiap dusun agar warga dapat mengakses informasi mengenai pengelolaan anggaran desa.

Selain itu, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi bagian dari rencana untuk mengembangkan usaha produktif, termasuk pengelolaan parkir wisata, air minum isi ulang, dan jasa penyewaan.

Gagasan lainnya adalah pelaksanaan musyawarah desa secara berkala di tingkat dusun agar masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan ikut terlibat dalam penentuan prioritas pembangunan.

Melalui tata kelola yang terbuka dan partisipatif, pembangunan desa diharapkan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta mendorong pengelolaan potensi desa secara berkelanjutan.

Tiga Program Prioritas pada Tahun Pertama, selain lima pilar pembangunan tersebut, Sarbini juga mengusulkan tiga program yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat apabila memperoleh amanah memimpin Desa Sesaot.

Program pertama adalah “Sesaot Sehat, Sesaot Hebat”, yang mencakup gagasan penguatan layanan kesehatan desa melalui ambulans desa, peningkatan layanan puskesmas pembantu (pustu), serta pelatihan kader kesehatan untuk membantu masyarakat, khususnya ibu hamil dan warga yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Program kedua, “UMKM Naik Kelas”, diarahkan untuk mendukung pelaku usaha lokal melalui rencana bantuan modal sebesar Rp5 juta, pelatihan pengemasan produk, serta fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal bagi 50 UMKM. Pemasaran produk juga direncanakan melalui platform digital bertajuk Sesaot Mart.

Sementara itu, program ketiga, “Pemuda Sesaot Juara”, berfokus pada peningkatan keterampilan generasi muda melalui pelatihan kerja di bidang barista, pemandu wisata, mekanik, dan menjahit. Program ini juga diarahkan untuk membuka akses penempatan kerja pada sektor usaha dan pariwisata di Senggigi, Mataram, dan wilayah sekitarnya.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari tawaran Sarbini dalam mengikuti kontestasi Pilkades Serentak Kabupaten Lombok Barat 2026, dengan harapan pembangunan Desa Sesaot ke depan dapat berjalan lebih terarah, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. [Red]

Tags: