Pembangunan Kantor Desa Terhenti, Ini Penjelasan Kades Mruwak

Kepala Desa Mruwak, Ndaru Cahyo Widodo

MADIUN, Grafikanews.com - Kantor Desa Mruwak yang dalam proses pembangunannya terhenti dan ini menjadikan kesan yang tidak selesai dikerjakan atau mangkrak, saat awak media ini lakukan konfirmasi kepada Kepala Desa (Kades) Mruwak, Ndaru Cahyo Widodo, berikan jawaban yang relevan.

Ndaru menyampaikan bahwa proyek pembangunan kantor desa baru tersebut saat ini masih dalam proses penyesuaian perizinan serta menunggu pengalokasian anggaran tahap berikutnya.

Dirinya mengatakan bahwa total rencana anggaran pembangunan (RAB) kantor desa baru tersebut mencapai lebih dari Rp 2 miliar, yang mencakup pengerjaan awal hingga penyelesaian akhir (finishing).

Pada tahap awal, dana yang bersumber dari Bantuan Keuangan (BKK) tahun 2023, anggarannya sebesar Rp300 juta telah dialokasikan dan direalisasikan khusus untuk pengerjaan fondasi bangunan. Pengerjaan fondasi tersebut dimulai pada akhir tahun 2023 dan sempat berlanjut sedikit hingga awal tahun 2024.

"Anggaran 300 juta dari BKK 2023 tersebut fokus untuk pembuatan fondasi. Semua pengerjaan sudah disesuaikan dengan perencanaan dari tim konsultan dan telah dihitung termasuk kewajiban pajak," ungkapnya, Jumat (25/9/2026).

Selain keterbatasan anggara, kendala utama yang dialami dalam melanjutkan proyek fasilitas umum ini adalah terkait perizinan alih fungsi lahan (pengeringan lahan), karena lokasi calon kantor desa berdiri di atas tanah persawahan/pertanian. Pihak desa menyatakan bahwa proses pengurusan izin lahan hingga saat ini masih terus berjalan dan tidak semudah yang diperkirakan.

Mengingat aturan penggunaan Dana Desa (DD) tidak diperbolehkan untuk pembiayaan pembangunan fisik kantor desa, pihak Pemerintah Desa Ruwak berupaya untuk terus memperjuangkan pencarian sumber dana alternatif, khususnya melalui pengajuan BKK susulan agar pembangunan kantor desa dapat segera dilanjutkan. (Pha)

Tags: