Banyuwangi, Grafikanews.com - Bersamaan dengan peringatan hari air sedunia yang ke-30, Pemerintah kabupaten Banyuwangi melalui DPU Pengairan Launching Program "Sekardadu" (Sekolah rawat daerah aliran sungai) di Dam Tenggoro Desa Songgon.
Kepala Dinas Pengairan Guntur Priamabodo menyampaikan Program Sekardadu adalah sebuah program yang melibatkan berbagai pihak khususnya Lembaga Pendidikan untuk menanamkan kepedulian dalam merawat daerah aliran sungai yang ada di Banyuwangi.
"Tujuan utama dari program Sekardu ini yaitu untuk menanamkan kepedulian terhadap daerah aliran sungai kepada siswa, warga sekolah dan masyarakat. Dengan Semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap daerah aliran sungai maka akan menjadikan daerah aliran sungai semakin bersih dan terawat dengan demikian akan tercipta lingkungan yang bersih, indah dan sehat," jelas Guntur, Rabu(30/03/2022).
Program Sekardadu ini di awali dengan maping Lembaga Pendidikan yang lokasinya berdekatan dengan saluran atau pun sungai. Ada sekitar 135 SD, 14 MI, 64 SMP, 8 MTs, 25 SMA, 15 SMK, 3 MA dan 5 pondok pesantren yang berada di radius 1 Kilometer dari saluran ataupun sungai.
"Karena kita berkolaborasi dengan melibatkan Diknas pondok pesantren, Maderasa, SMP, SMA dan SD dinamakan 3 sekolah asuh sungai(SAS), intinya sama Sekardadu dengan sas, dalam rangka merawat aliran sungai itu kita mengedepankan peran dari pada anak didik sekolah karena apapun pendidikan lembaga itu menjadi liding sektor untuk edukasi masyarakat maupun anak sekolah tentunya yang terpenting dari mulai anak yang dari SD kita tanamkan bagaimana mereka itu mempunyai mainset atau perilaku bahwa dia akan merasa memiliki terhadap aliran sungai baik sungai daerah sepadannya maupun saluran saluran," kata Guntur.
Dengan di bina, di monitoring dan di evaluasi oleh perguruan tinggi, Lembaga Pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA yang sudah termaping ini diharapkan dapat melaksanakan berbagai kegiatan yang bersifat promotive (sosialisasi), preventif (pencegahan), kuratif (perbaikan) dan rehabilitative (perawatan) dalam merawat daerah aliran sungai yang diasuh.
"Jadi dari kecil SD, SMP dan SMA itu dia bisa nanti mengedukasi seperti yang disampaikan oleh ibu Bupati jika sudah besar mereka kalau buang sampah tidak disungai lagi dan mereka nanti akan berfikir, oh ini tanah sepadan saya tidak boleh bangun disini," tuturnya.
Sungai merupakan aset yang berharga yang apabila dijaga dan di rawat dengan baik akan menumbuhkan manfaat lain. Salah satunya adalah area Dam Tengoro ini.
"Di lokasi ini dapat terlihat tentang bagaimana pemanfaatan sempadan, menjadi sebuah ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Selain itu di lokasi ini juga terdapat berbagai pemanfaatan lainnya, seperti kolam air tawar, tempat pembibitan tanaman, camping ground, maupun pendopo yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan HIPPA atau Petani," urainya.
"Oleh karena itu, Lokasi ini juga dapat menjadi gambaran tentang bagaimana pemanfaatan sempadan yang tertata rapi dapat mendorong masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan sempadan saluran," tutup Guntur mengakhiri wawancara. (Pik)




Wujud Kehadiran Negara, 595 Siswa Prasej...
Target Zero Kemiskinan Ekstrem, Lombok U...
BPBD Lombok Utara Imbau Pengguna Jalan P...