320 Siswa, Ragam Busana, Satu Pesan: Budaya dan Alam Harus Dijaga

Peserta Pawai Budaya

Natuna, Grafikanews.com – Cuaca cerah menyambut langkah ratusan siswa SD Negeri 007 Ranai Darat, Sabtu (31/10/2026) pagi. Satu per satu peserta dengan pakaian warna-warni mulai berkumpul di halaman sekolah sebelum bersiap mengikuti Pawai Budaya bertema “Nusantara Beragam, Indonesia Gemilang!”.

Dari gerbang SDN 007 Ranai Darat, iring-iringan peserta mulai bergerak menyusuri jalan di kawasan Ranai Darat. Pemandangan pun berubah semarak. Beragam pakaian adat, busana pengantin hingga pakaian profesi tampil menghiasi barisan pawai.

Di sepanjang jalan, warga masyarakat tampak ramai berdiri di pinggir jalan. Mereka menyaksikan langsung penampilan anak-anak yang membawa warna keberagaman budaya Nusantara ke tengah lingkungan masyarakat.

Suasana semakin meriah dengan iringan drum band MTsN 2 Natuna yang melibatkan 54 personel. Alunan musik dan barisan peserta menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang menyaksikan.

Untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib dan aman, personel kepolisian turut melakukan pengamanan di sejumlah persimpangan jalan. Petugas mengatur arus lalu lintas agar iring-iringan peserta dapat melintas dengan lancar tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.

Pawai Budaya yang diselenggarakan SDN 007 Ranai Darat ini melibatkan 320 siswa dari 15 kelas. Mereka tampil mengenakan berbagai pakaian adat, di antaranya busana khas Jawa, Minangkabau dan daerah lainnya, pakaian pengantin, baju kurung, serta pakaian yang menggambarkan profesi PNS, TNI dan Polri.

Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Ilham Kauli, didampingi Lurah Ranai Darat dan Kepala SDN 007 Ranai Darat.

Di balik kemeriahan tersebut, kegiatan ini membawa pesan pendidikan yang lebih luas. Pawai Budaya tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan pakaian tradisional, tetapi juga bagian dari upaya menanamkan pemahaman tentang keberagaman budaya kepada anak-anak sejak usia sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Ilham Kauli, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan pengembangan kurikulum muatan lokal berbasis Geopark yang direncanakan diterapkan secara bertahap di setiap jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SLTA.

Menurutnya, pemahaman tentang Geopark tidak hanya berbicara mengenai batuan atau aspek geologi, tetapi juga mencakup keanekaragaman hayati (biodiversity) dan kebudayaan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti Pawai Budaya, anak-anak diajak mengenal keberagaman suku, bahasa, adat istiadat hingga tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

Ia berharap pendidikan tersebut dapat membentuk generasi yang berbudaya, menjunjung sopan santun, memiliki etika serta menghargai sesama, baik kepada guru, orang tua maupun lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, Ilham menegaskan bahwa pendidikan Geopark juga harus menanamkan kesadaran untuk menjaga alam.

Manusia, menurutnya, bukan menjadi perusak alam, melainkan harus mampu beradaptasi, menyesuaikan diri dan melestarikan lingkungan serta budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Kegiatan Pawai Budaya SDN 007 Ranai Darat tersebut menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai bagian dari kegiatan literasi budaya yang dilaksanakan pihak sekolah.

Dari gerbang sekolah hingga sepanjang jalan Ranai Darat, pawai ini menjadi gambaran sederhana bagaimana pendidikan dapat hadir di tengah masyarakat. Anak-anak tidak hanya belajar mengenal keberagaman melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung.

Sebuah pesan bahwa mencintai Indonesia dapat dimulai dari mengenal budayanya, menghargai perbedaannya dan menjaga alam tempat generasi mendatang bertumbuh.

Semangat itulah yang ingin dibawa SDN 007 Ranai Darat melalui tema “Nusantara Beragam, Indonesia Gemilang!”, sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark. (Rozali)

Tags: