Lombok Barat, Grafikanews.com — Universitas Teknologi Mataram (UTM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Peningkatan Daya Saing Produk Lokal Lombok Melalui Digitalisasi Manajemen Pengelolaan Usaha.” Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 November 2025, berlokasi di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.
Program ini menggandeng Kelompok Pengrajin Anyaman Ketak “Linda Art Shop” sebagai mitra binaan, yang beranggotakan 10 orang, delapan di bagian produksi dan dua di bagian pemasaran. Selama ini, kelompok tersebut menghadapi sejumlah kendala, seperti pengelolaan keuangan, perencanaan bisnis, dan pemasaran berbasis teknologi informasi.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Lalu Muh. Kabul, Okky Afriwan, dan Zaenudin, didampingi oleh M. Ahyat dan Zumratul Muahidin, serta melibatkan empat mahasiswa Program Studi Manajemen UTM, yakni Lusiana Safera (22MJ011), Restu Hadi Pratama (22MJ042), Bintang Shashya Adiwinata (23MJ053), dan Adinda Meilanda Lesmana (23MJ079) sebagai bagian dari penerapan experiential learning.

Salah satu tim pelaksana, Zaenudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi para pengrajin.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu para pengrajin agar lebih produktif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam memasarkan produknya,” ujar Zaenudin.
Empat materi utama diberikan selama kegiatan pelatihan, meliputi:
1. Pelatihan Produksi dan pemberian bantuan bahan serta peralatan produksi.
2. Pelatihan Manajemen Usaha, khususnya pengelolaan keuangan dan pemasaran.
3. Pelatihan Perencanaan Bisnis, agar pelaku usaha mampu membuat strategi dan proyeksi bisnis ke depan.
4. Pelatihan Pemasaran Digital, untuk memperluas jangkauan pasar melalui platform daring.

Metode pelatihan dikemas secara interaktif melalui ceramah, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan intensif, dengan empat tahapan utama: penilaian, perancangan, penyampaian, dan evaluasi.
Selain itu, tim juga memberikan bantuan berupa alat produksi seperti pisau, gunting khusus, alat anyam, pembelah sumpe, dan kompresor cat, serta bahan produksi seperti ketak, rotan, tali, kain, dan kancing.
Dari hasil evaluasi, kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan mitra, baik dalam pengelolaan usaha, perencanaan bisnis, maupun pemasaran berbasis teknologi informasi.
Program ini didukung oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta LP2M Universitas Teknologi Mataram.
“Kami berharap program ini menjadi langkah awal bagi tumbuhnya kreativitas ekonomi masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal,” tutup Zaenudin.
[Red]




Pecahkan Rekor, MotoGP Mandalika 2026 Te...
PLN Pastikan Keandalan Listrik MotoGP Ma...
MotoGP Mandalika 2026, SDM Lokal Menduni...