Unik! Tebu Jadi Pengantin Diarak Layaknya Manusia

BLITAR, Grafikanews.com - Sebuah tradisi unik terjadi di Kabupaten Blitar. Sepasang tebu menikah diarak layaknya seorang manusia dengan prosesi adat Jawa. Prosesi Temu Manten (Resepsi Pernikahan) antara Den Mas Anggoro (tebu laki-laki) dengan Ni Mas Jenar (tebu perempuan).

Nama tebu ini diambil dari penanggalan Jawa, Anggoro (Selasa) dan Jenar (Pahing). Keduanya dibawa oleh seseorang laki-laki dan perempuan yang menggunakan pakaian adat Jawa Khas Jawa Timur. Tidak hanya itu, kedua tebu ini juga diarak oleh penari untuk dipertemukan. 

Keduanya juga diiringi oleh kembar mayang seperti pada tradisi Jawa pada umumnya. Tidak lupa penjor (anyaman daun kelapa muda) juga terpajang di pintu gerbang acara Temu Manten. 

Seperti layaknya prosesi pengantin di adat Jawa, Den Mas Anggoro juga menginjak telur sebelum dibasuh oleh Ni Mas Jenar. “Tradisi manten tebu ini dilaksanakan setiap memasuki musim giling di PT. RMI Manis Indoe Mith Point dengan harapan bisa menarik minat wisatawan dan menjadikan tradisi ini sebagai destinasi wisata budaya satu- satunya di Kabupaten Blitar,” ungkap Project Manager PT RMI, Heri Widarmanto, Selasa (15/06/2021).

Heri mengatakan, kegiatan ini asalah satu bentuk pelestarian budaya. Setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda-beda, untuk itu pihaknya menjunjung adat Jawa dimana Pabrik Gula RMI didirikan, yakni di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar.

Ia berharap, dengan adanya musim giling tahun ini, capaian PT RMI lebih tinggi dibandikan dengan dua tahun sebelumnya. Tahun ini merupakan tahun ketiga bagi RMI untuk giling tebu.

PT RMI menargetkan, 1,200 ton tebu atau naik 300 ton dari 900 ton pada tahun lalu. Proses giling tebu ini berlangsung selama 130 hari. Giling tebu dimulai pada 15 Juni dan akan berakhir pada akhir oktober 2021 mendatang. 

Selama proses giling tebu ini, PT RMI dapat menampung 1000 truk. Kuota ini dipenuhi mayoritas dari Kabupaten Blitar dan sebagain dari luar daerah. (oby)