Tour De Banyuwangi Ijen Dalam Perspektif Sport Tourism

Salah Satu Event Sport Tourism Di Indonesia, Tour De Banyuwangi Ijen

Ditulis Oleh Arip Marsudi

Banyuwangi,- Dalam satu dekade terakhir, pariwisata olahraga (sport tourism) menjadi fenomena global yang meningkat secara signifikan. Sport tourism memiliki konsep yang menggabungkan semangat kompetisi olahraga dengan daya tarik destinasi wisata. Sport tourism, atau pariwisata olahraga, merupakan salah satu sektor yang semakin penting dalam industri olahraga, terutama di negara-negara seperti Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang unik.

Sport tourism dalam industri olahraga sangat strategis karena berperan sebagai penggerak ekonomi melalui berbagai aspek, mulai dari penyelenggaraan event olahraga hingga peningkatan minat olahraga masyarakat.

Pasar Pariwisata Olahraga Global diperkirakan bernilai sekitar USD 2,327 Miliar pada tahun 2032 dari USD 511,90 Miliar pada tahun 2022, tumbuh sebesar 16,80% dari tahun 2023 hingga 2032 (lihat Gambar 1.). Data tersebut menunjukkan prospek yang menjanjikan bagi industri pariwisata olahraga, yang menunjukkan potensinya untuk menjadi pendorong ekonomi utama dalam beberapa tahun mendatang ( data Institut For Development Economic And Finance INDEF).

Pasar pariwisata olahraga mencakup semua perjalanan dan pariwisata yang terkait dengan aktivitas, acara, dan atraksi terkait olahraga. Hal ini mencakup perjalanan domestik dan internasional untuk tujuan seperti menghadiri atau berpartisipasi dalam acara olahraga. Sektor industri perjalanan ini menghasilkan pendapatan besar bagi kota tuan rumah, hotel, restoran, penyedia transportasi, dan bisnis dalam industri olahraga untuk memperluas jangkauan dan membangun merek mereka.

Dengan adanya event-event olahraga berskala internasional yang diselenggarakan di dalam negeri, atlet-atlet Indonesia dapat berinteraksi langsung dengan atlet-atlet dunia, meningkatkan motivasi dan semangat kompetitif mereka. Selain itu, penyelenggaraan event-event tersebut juga dapat menjadi ajang promosi bakat-bakat muda Indonesia sehingga dapat menarik perhatian pencari bakat dari berbagai negara. 

Tour De Banyuwangi Ijen Dalam Perspektif Sport Tourism

Tour de banyuwangi Ijen merupakan salah satu event sport tourism yang sudah diakui oleh dunia.Terbukti, Tour de banyuwangi Ijen sudah ditetapkan menjadi kalender organisasi sepeda dunia  Union Cycliste Internationale ( UCI ). Bahkan Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI)  mendapatkan predikat "excellent" dari Union Cycliste Internationale (UCI). Peringkat ini menjadikan Tour De Banyuwangi Ijen sebagai salah satu ajang balap sepeda terbaik di Indonesia dan Asia.  

Setiap tahun, puluhan club sepeda dari berbagai negara mengikuti event Tour de Banyuwangi Ijen. Seperti Tour De Banyuwangi Ijen 2025 yang di selenggarakan pada 28 - 31 Juli di ikuti oleh 128 pembalap dari 24 negara ( Data Dinas Pemuda dan Olahraga ).

Salah satu dampak positif dari event Tour De Banyuwangi Ijen yakni Meningkatnya animo masyarakat dalam olahraga sepeda serta meningkatnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Meski bukan penyebab satu satunya, Tour de Banyuwangi Ijen Dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara serta meningkatkan gairah masyarakat dalam bersepeda.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Banyuwangi, jumlah kunjungan wisatawan ke banyuwangi baik domestik maupun mancanegara meningkat sebesar 7 persen. tahun 2023 kunjungan wisatawan ke Banyuwangi sebanyak 3.182.082 orang meningkat menjadi 3.405.145 orang pada tahun 2024. Rinciannya, 3.282.241 wisatawan domestik dan 122.904 wisatawan mancanegara.

Kepercayaan Nasional maupun dunia internasional terhadap kemampuan sumber daya manusia kabupaten Banyuwangi dalam menyelenggarakan event bertaraf nasional dan internasional kian meningkat. Hal ini terbukti beberapa event sepeda bertaraf nasional maupun internasional diselenggarakan di Banyuwangi. 

Misalnya, Kejurnas Balap Sepeda PB ISSI, Kejurnas Road Race serta kejurnas BMX serta beberapa event sepeda lainnya seperti Ijen Kom, Geopark Downhill, Banyuwangi BMX, Kejurnas Road Race ( Kejuaraan Nasional Balap Sepeda jalan raya ),Tour of Kemala Banyuwangi, (Ajang balap sepeda dengan dua kategori, Race 128 Km dan Tour 55 Km), Dekade Ride Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (Event gowes yang diikuti oleh berbagai peserta dari seluruh Indonesia).

Dari sisi pomosi atau publikasi pariwisata Banyuwangi di dunia internasional, event bertaraf internasional seperti Tour de Banyuwangi Ijen memiliki pengaruh yang besar.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi, ajang balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen ditonton ratusan ribu orang baik secara langsung maupun melalui live streaming di dalam maupun di luar negeri.

Masyarakat indonesia yang menonton melalui live streaming mencapai sekitar 936. 000 viewer. istilah viewer merupakan istilah yang mengacu pada orang-orang yang menonton atau melihat suatu konten, seperti video, acara televisi, atau siaran langsung. Dalam konteks media sosial dan platform digital, viewers adalah individu yang berinteraksi dengan konten yang disajikan, baik secara aktif maupun pasif.  

Di Thailand ajang Tour De Banyuwangi Ijen di tonton oleh sekitar 13.000 viewer. Di Malaysia 10.000 viewer, Jepang 7000 viewer, Korea Selatan 4000 viewer dan negara negara lainnya sekitar 2500 viewer.

Dari sejumlah penonton itu didominasi penonton berusia sekitar 25 - 34 tahun yakni sebesar 39,4 %. Usia 35 - 44 tahun sebanyak 22,9 %. Usia 18 -24 sebanyak 19,4 %. Usia 45 - 54 tahun sebanyak 11,4 %. Usia 55 - 64 tahun sebanyak 4,4 % dan usia <17 tahun sebanyak 1,3 %.

Menurut statistik yang dihimpun Dinas Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten Banyuwangi, rata rata penonton didominasi kaum adam sebanyak 78,1 % dan penonton perempuan sebanyak 21,9 %. 

Event event Sport Tourism seperti Tour de Banyuwangi Ijen, secara ekonomi memiliki dampak secara langsung maupun tidak langsung. Artinya, ada perputaran roda perekonomian yang dirasakan secara langsung pada saat pelaksanaan event ada pula yang dirasakan pada 1,5,atau 10 tahun mendatang.

Pelibatan SDM lokal tentunya menjadi prioritas pada setiap pelaksanaan event event sport tourism. Event TDBI Dinilai mampu memberi lapangan pekerjaan tambahan kepada berbagai pihak lokal. 

Sumber daya lokal dalam TDBI meliputi tenaga lokal dan pengusaha lokal seperti LO, volunteers, supir, pengrajin suvenir, tukang pijat, restoran, warung, pedagang kaki lima, pekerja seni, dan pekerja lokal lainnya.

Event TDBI juga dinilai mampu memberikan dampak positif pada berbagai sektor transportasi selama event. Hal ini disebabkan karena TDBI diikuti oleh peserta dari berbagai negara berbeda, dan tiap tim memilih berbagai macam moda transportasi untuk datang ke Banyuwangi dan selama kegiatan TDBI.

Pengadaan atribut event TDBI seperti baner, hingga pengadaan kendaraan roda 2 maupun roda 4 juga disediakan oleh pengusaha lokal Banyuwangi.Rata rata pengusaha yang bergabung dalam pengadaan sewa kendaraan itu didominasi oleh kelompok pengusaha muda.

Tak Hanya itu, Kesuksesan penyelenggaraan gelaran Tour De Banyuwangi Ijen membuat panitia pelaksana Tour De Banyuwangi Ijen dimintai bantuan daerah lain untuk mengadakan event serupa.  

Namun tak dapat di pungkiri, pro kontra selalu ada dalam masyarakat terhadap program atau kebijakan yang diambil oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah. Menyikapi hal itu di perlukan kelogowoan atau kebesaran hari para pemangku kebijakan dalam menerima kritikan. Masyarakat juga diharapkan mampu memilah informasi yang saat ini mudah tersajikan melalui aktivitas digital media sosial secara selektif.