Tingkatkan Produktivitas dan Ekonomi Nelayan Pesisir, Ketua II DPRD KLU Beri Bantuan Alat Tangkap Modern

Lombok Utara, Grafikanews.com – Upaya meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir Ketua II DPRD Kabupaten Lombok Utara I Made Kariyasa terus memberikan dukungan terhadap kelompok-kelompok nelayan, salah satunya melalui penyerahan bantuan sarana dan alat tangkap perikanan modern kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mekar Sari dan KUB Rahayu.

Politisi PDIP itu mengungkapkan, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tambahan sarana produksi, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut, memperluas jangkauan daerah tangkap, serta meningkatkan hasil tangkapan yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan keluarga nelayan.

"Bantuan yang kita berikan  disesuaikan dengan Kebutuhan Nelayan,"ungkapnya, rabu (12/08).

Kariyase menjelaskan, KUB Mekar Sari mendapatkan bantuan berupa sampan, jaring penangkap ikan, serta mesin ketinting. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat armada kelompok sekaligus membantu nelayan meningkatkan mobilitas dan efisiensi saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Sementara itu, KUB Rahayu mendapatkan bantuan berupa mesin tempel dan Garmin Fish Finder, sebuah perangkat pendeteksi ikan berbasis teknologi sonar yang dapat membantu nelayan mengetahui kondisi bawah permukaan laut dan mengidentifikasi lokasi yang berpotensi menjadi area berkumpulnya ikan.

"Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat mengubah pola penangkapan ikan yang selama ini sangat bergantung pada pengalaman dan perkiraan semata menjadi lebih efektif dan berbasis informasi,"jelasnya.

Menurutnya, dengan mengetahui lokasi yang berpotensi terdapat ikan, nelayan dapat mengurangi waktu pencarian di laut, menekan penggunaan bahan bakar, serta meningkatkan peluang mendapatkan hasil tangkapan yang lebih optimal.

"Ini bukan sekadar bantuan, tetapi kita berharap hal baik ini menjadi Investasi Ekonomi Nelayan,"ujarnya.

Kariyase menuturkan, penyerahan bantuan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Nelayan tidak hanya membutuhkan bantuan dalam bentuk sarana, tetapi juga membutuhkan dukungan yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha mereka.

Karena itu, pemanfaatan bantuan harus dilakukan secara maksimal dan bertanggung jawab. Sarana yang diberikan diharapkan dapat digunakan secara berkelompok, dirawat dengan baik, serta memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi seluruh anggota KUB.

“Bantuan ini jangan hanya dilihat sebagai barang yang diterima hari ini. Ini adalah sarana untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan. Karena itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dirawat, dan dikelola secara bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,”katanya.

Selama ini, lanjut Kariyase salah satu tantangan yang dihadapi nelayan adalah tingginya biaya operasional, khususnya bahan bakar, sementara hasil tangkapan tidak selalu dapat dipastikan.

Dengan dukungan armada yang lebih memadai serta teknologi pendeteksi ikan, nelayan diharapkan mampu melakukan aktivitas penangkapan secara lebih terukur.

Teknologi bukan untuk menggantikan pengalaman nelayan, tetapi justru menjadi alat untuk memperkuat pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki nelayan selama bertahun-tahun.

Perpaduan antara pengalaman nelayan dengan teknologi modern diharapkan dapat menghasilkan pola penangkapan yang lebih efisien, hemat biaya, dan produktif.

"Bantuan yang kita berikan harus berorientasi pada Peningkatan Kesejahteraan para nelayan itu sendiri,"tukasnya.

Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pendampingan, pelatihan penggunaan alat, perawatan mesin, hingga penguatan kelembagaan kelompok nelayan juga menjadi bagian penting agar bantuan benar-benar memberikan dampak ekonomi.

“Ukuran keberhasilan bantuan bukan hanya ketika alat diserahkan, tetapi ketika alat tersebut mampu meningkatkan hasil tangkapan, mengurangi biaya operasional, meningkatkan pendapatan dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan,” tambahnya.

Para nelayan penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk memanfaatkan seluruh sarana tersebut secara optimal serta menjaga dan merawatnya agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, kelompok nelayan dan berbagai pihak diharapkan dapat terus diperkuat, sehingga potensi kelautan yang dimiliki daerah tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir, tetapi juga mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

"Dengan nelayan yang semakin produktif, usaha perikanan yang semakin efisien, dan pemanfaatan teknologi yang semakin baik, maka harapan kami kesejahteraan masyarakat pesisir juga semakin meningkat,"tandasnya.(Eza)

Tags: