Survey InMobi: Dimasa Pandemi Covid-19, Netizen Indonesia Lebih Gencar Belanja dan Pesan Makanan Online

Ilustrasi. (Foto: detik.com)

GrafikaNews.com - Netizen Indonesia disebut gencar belanja dan pesan makanan online saat pandemi Covid-19.

Hal ini berdasarkan hasil laporan survey perusahaan marketing InMobi, "Marketing in the Era of Mobile".

Di sektor e-commerce, InMobi mencatat bahwa tingkat belanja selama pandemi Covid-19 lebih tinggi dari tingkat belanja saat liburan.

"Konsumen tidak hanya berbelanja lebih banyak secara online, tetapi mereka juga membeli lebih banyak kategori," kutip laporan InMobi yang dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (23/2/2021).

Sesi belanja online mingguan pada kuartal kedua tahun 2020 rata-rata 30 persen lebih tinggi dari kuartal pertama tahun 2020.

Angka ini bahkan melebihi rata-rata belanja online yang terjadi di Amerika Serikat pada waktu yang sama.


Laporan itu menyatakan, selain ecommerce beberapa sektor bisnis digital meningkat selama pandemi Covid-19 adalah belanja bahan makanan (grocery) online, pengiriman makanan, pendidikan dan game online.

Menariknya, hampir 50 persen konsumen digital di bidang pendidikan, bahan makanan, dan pinjaman adalah pengguna baru.

Dibanding sektor lain, e-commerce adalah salah sektor binsis online yang paling meningkat selama pandemi.

Pertumbuhan ecommerce pada Semester 1 2020 ini bahkan disebut biasanya memakan waktu antara 4 hingga 6 tahun.

"30 persen konsumen Asia Tenggara telah meningkatkan pembelanjaan online mereka karena pandemi dan 47 persen telah menurunkan pembelian offline mereka," seperti tertulis dalam laporan itu.

Tak cuma belanja online, bisnis belanja bahan makanan secara online juga naik. Hasil survei meyebut 43 persen responden mengatakan bahwa mereka sekarang berbelanja bahan makanan kemasan secara online.

Selain belanja kebutuhan makanan, peningkatan penggunaan layanan antar makanan warga RI juga naik.

"Konsumen juga terbuka untuk menggunakan aplikasi pesan-antar makanan terutama karena pesanan yang tinggal di rumah melonjak. Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi 60 persen dalam rata-rata sesi mingguan di Aplikasi Makanan & Minuman," kata InMobi.

Tak heran sekarang berbagai layanan dan aplikasi untuk belanja kebutuhan makanan harian bermunculan.

Selain soal belanja berbelanja, sektor lain yang ikut tumbuh adalah pendidikan. Menurut InMobi, aplikasi pendidikan di Indonesia mencatat pertumbuhan 80 persen hanya dalam 2 kuartal.

Di sisi lain, Indonesia berada di urutan ketiga dalam sektor pertumbuhan game online. InMobi mencatat bahwa pertumbuhan sektor tersebut di Indonesia mencapai 26 persen. Di urutan pertama adalah India dengan 35 persen dan Rusia dengan 30 persen.

Secara umum InMobi berkata industri game tumbuh pesat dengan 2,7 miliar pemain di seluruh dunia pada tahun 2020. Game seluler pun disebut menyumbang lebih dari 48 persen keseluruhan pendapatan, menghentikan game konsol dan PC.

Pada minggu pertama kuartal kedua tahun 2020, unduhan game seluler mingguan memecahkan rekor dengan lebih dari 1,2 miliar unduhan.

"Dan tingkat unduhan mingguan rata-rata tetap di 1 miliar sepanjang kuartal, naik 20 persen dari tahun ke tahun," kata InMobi.

Terkait dengan laporan itu, InMobi mengungkapkan digitalisasi besar-besaran di kawasan Asia Tenggara yang dipicu oleh adanya pandemi COVID-19 membuat masyarakat harus berdiam diri di dalam rumah dan pada akhirnya mereka banyak menggunakan perangkat mobile phone.

InMobi menilai perubahan pola perilaku masyarakat tersebut dapat menjadi pilihan digital marketers dan brand untuk beralih ke mobile marketing.

"Menurut laporan 'Marketing in the era of Mobile', wilayah Asia Tenggara telah menyumbang 11 persen total unduhan terbesar aplikasi global (Q3, 2020). Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia adalah negara terkemuka pengguna perangkat mobile phone dengan pangsa global 4 persen," kata InMobi. (*)

 

 

 

(Dok: CNNIndonesia.com)

Tags: