THE NUSA DUA, Grafikanews.com - Keberhasilan kawasan The Nusa Dua, Bali, dalam menerapkan pariwisata berkelanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) mendapat apresiasi dari Komisi VII DPR RI. Sistem pengelolaan sampah terpadu dan efisiensi energi yang diterapkan kini menjadikan kawasan tersebut sebagai percontohan (benchmark) nasional.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa pengembangan kawasan pariwisata masa depan wajib didukung oleh infrastruktur hijau yang kredibel dan terukur.
"The Nusa Dua merupakan bukti nyata keberhasilan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan melalui sistem sirkular," ujar Fajar, Kamis (7/5/2026).

Kawasan ini mencatat prestasi signifikan dalam menekan jejak karbon. Penggunaan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai substitusi LPG telah berkontribusi menurunkan emisi sebesar 12%. Selain itu, ITDC menargetkan 25% pasokan listrik untuk operasional utilitas berasal dari energi terbarukan, yang secara total mampu mereduksi emisi hingga ±984 ton CO? per tahun.
Sektor pengelolaan limbah juga menjadi keunggulan. Dari ±32,3 ton sampah per hari, sebanyak 95% telah dikelola secara terintegrasi. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara air limbah didaur ulang untuk kebutuhan irigasi yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40%.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai capaian ini sangat layak direplikasi di destinasi nasional lainnya. "Model pengolahan air sirkular dan pengurangan emisi yang terukur ini adalah solusi strategis bagi pariwisata Indonesia, terutama di wilayah kepulauan," pungkasnya. [Red]





Pecahkan Rekor, MotoGP Mandalika 2026 Te...
PLN Pastikan Keandalan Listrik MotoGP Ma...
MotoGP Mandalika 2026, SDM Lokal Menduni...