PONOROGO, Grafikanews.com - Dalam pembuatan sertifikat tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang berada di Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo yang dilaksanakan oleh perangkat desa diduga ada praktik pungli dan main mata terkait percepatan prosesnya.
Kejadian ini diketahui saat beberapa warga desa yang lagi ngumpul tidak sengaja membahasnya. Mulai dari minta uang lebih, lamanya jawaban kepada warga, maupun penentuan besaran biaya per calon sertifikatnya.
Sebut saja mbah jenggot, ia menyampaikan bahwa biaya untuk PTSL sebesar 500 ribu rupiah sudah di bayarnya. Tapi besoknya ada perangkat desa yang meminta uang tambahan untuk biaya pengukuran.
"Yen sing digae sertifikat wes tak bayar diaik. Bar diukur sesuke carik moro neng omah jaluk duwit 900 ewu, jare 100an gawe perangkat 7 uwong la sing 200 gawe mbah lurah (Kalau untuk sertifikat sudah saya bayar dahulu. Setelah diukur besoknya carik (Sekretaris Desa) datang ke rumah minta uang 900 ribu, katanya seratusan buat perangkat 7 orang dan 200nya buat mbah lurah (Kades)," tuturnya.
Sedangkan warga lain juga bercerita bahwa dirinya telah mengirimkan persyaratan bagi tanah waris dari istrinya, namun sudah sebulan lebih belum mendapatkan jawaban apakah bisa tanah tersebut bersertifikat atau tidak.
Beda lagi dengan salah satu ibu-ibu yang katanya masalah sertifikat melalui PTSL dengan biaya sebesar 500 ribu tersebut dari tetangganya.
"Jarene enek kumpulan sing bahas biaya sertifikate, tapi aku wes daftar suwe kok yo gak nate diundang kumpulane kuwi. Ngertine tonggoku ngomong nek biayane 500 ewu (Katanya ada kumpulan yang membahas biaya sertifikatnya, tapi saya sudah lama mendaftar tidak pernah diundang kumpulan tersebut. Tahunya tetangga bilang kalau biayanya 500 ribu)," ungkapnya.
Saat ditanya tentang petugas yang mengurusi sertifikat tersebut adalah pokmas, mereka bilangnya tidak faham. Karena yang datang ke rumah adalah perangkat desa.
Kades Sawuh, Siswanto saat dikonfirmasi melalui whatsapp, menyatakan bahwa keadaan tersebut tidak benar adanya. (Pha)




Pecahkan Rekor, MotoGP Mandalika 2026 Te...
PLN Pastikan Keandalan Listrik MotoGP Ma...
MotoGP Mandalika 2026, SDM Lokal Menduni...