Nova Lourensia: Menjawab Luka dengan Emas di Porprov Jatim 2025

Nova Lourensia dan pasangan menambah medali dengan raihan emas di kategori mix fairway Woodball di Porprov Jatim 2025.

Malang, GrafikaNews.com – Tangis haru tak terbendung saat Nova Lourensia berdiri di podium tertinggi, Jumat (4/7/2025), usai mempersembahkan medali emas untuk Banyuwangi di kategori Mix Fairway cabang olahraga woodball, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.

Bukan sekadar medali namun bentuk pembuktian. Sebuah jawaban atas luka yang pernah ditorehkan dua tahun lalu.

Nova bukan nama baru di arena woodball Jatim. Pada Porprov 2022, ia menjadi sorotan setelah meraih dua medali emas di dua kategori berbeda. Namun, saat harapan mempertahankan gelar di Porprov 2023 menguat, harapan itu justru dihentikan bukan oleh kekalahan melainkan oleh keputusan internal.

Nova sempat dicekal untuk berangkat. Diduga, langkah tersebut terjadi akibat dinamika di internal pengurus cabang olahraga Indonesia Woodball Association (IWbA) Banyuwangi. Sang juara tak masuk dalam daftar kontingen, membuat langkahnya terhenti bahkan sebelum kompetisi dimulai.

"Padahal dia pantas, bahkan lebih dari pantas untuk membela daerahnya," ungkap Nurhayati, salah satu pembina woodball yang menemukan bakat Nova sejak masih bersekolah di SMP PGRI Cluring. 

"Kami ikut bangga, tapi juga masih menyimpan sedih jika mengingat bagaimana perjuangannya dulu harus kandas oleh keputusan yang tidak adil,"

Kini, luka itu dijahit dengan prestasi. Nova Lourensia tak hanya merebut medali emas di kategori Mix Fairway, tetapi juga lebih dulu mengamankan medali perak di nomor Women Single Stroke membuktikan bahwa talenta tak bisa diredam, hanya tertunda.

Nurhayati, tak menampik bahwa perjuangan Nova adalah cerita tersendiri dalam kontingen mereka. 

“Nova tampil luar biasa. Medali yang dia raih bukan hanya hasil latihan, tapi juga semangat, kesabaran, dan kekuatan mental yang luar biasa,” kata Nurhayati. 

Atas hasil ini, para ofisial dan pengurus turut bangga saat Nova menyelesaikan permainan terakhir di nomor fairway. Sebagian dari mereka sempat melupakan bahwa dua tahun lalu, semangat fairplay Nova sempat dilukai.

“Tahun ini jadi momen pembuktian. Bukan hanya untuk Nova, tapi juga untuk semua orang yang pernah meragukannya,” tambah Nurhayati, yang mengaku masih sering berkomunikasi dengan Nova meski kini sang atlet telah melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Nova sendiri tak banyak berkomentar. Ia hanya tersenyum, menggenggam erat medali yang kali ini tak direbutkan tapi dibuktikan. Sebuah medali emas yang lahir dari luka, sabar, dan kerja keras. (amn)