Banyuwangi – Para pedagang yang tergabung dalam Blambangan Heritage Street Community (BHSC) memutuskan untuk tidak berjualan selama pelaksanaan gladi bersih pada 16 Agustus dan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Kemerdekaan sekaligus mendukung terciptanya suasana yang aman, tertib, dan khidmat selama rangkaian kegiatan kenegaraan berlangsung.
Ketua BHSC, Agus Irawan, mengatakan bahwa seluruh pedagang memahami pentingnya memberikan ruang bagi pemerintah, aparat keamanan, dan peserta upacara untuk melaksanakan gladi bersih maupun upacara tanpa gangguan aktivitas perdagangan.
"Kami mungkin tidak ikut berjuang mengangkat senjata seperti para pahlawan dahulu. Tetapi kami bisa menunjukkan rasa hormat kepada perjuangan mereka dengan berhenti sejenak dari aktivitas berdagang. Rezeki masih bisa dicari keesokan harinya, sedangkan menghormati Hari Kemerdekaan adalah tanggung jawab kita sebagai bangsa Indonesia," ujar Agus Irawan.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil kesadaran bersama para pedagang, bukan semata-mata karena adanya pengaturan kawasan oleh pemerintah.
"Kami ingin menunjukkan bahwa pedagang kaki lima juga memiliki rasa nasionalisme. Ketika negara menyelenggarakan upacara kenegaraan, sudah sepatutnya kami ikut menjaga kekhidmatan acara dengan tidak berjualan di kawasan upacara," katanya.
Agus Irawan menambahkan, gladi bersih maupun upacara memerlukan kawasan yang tertib dan steril agar mobilitas petugas, peserta upacara, Paskibraka, TNI, Polri, serta tamu undangan tidak terganggu.
"Kalau kawasan dipenuhi aktivitas jual beli, tentu akan mengganggu kelancaran kegiatan. Karena itu kami mendukung langkah penataan yang dilakukan pemerintah selama masih bersifat sementara dan hanya untuk kepentingan upacara," jelasnya.
BHSC selama ini dikenal sebagai paguyuban yang menaungi pelaku UMKM dan komunitas di kawasan Taman Blambangan. Organisasi tersebut aktif berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan ruang publik yang tertib, aman, nyaman, dan produktif.
Agus Irawan berharap, langkah para pedagang BHSC dapat menjadi contoh bahwa kecintaan terhadap bangsa tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata.
"Kemerdekaan memberi kesempatan kepada kami untuk mencari nafkah dengan aman dan bebas. Karena itu, satu atau dua hari berhenti berdagang demi menghormati Merah Putih bukanlah kerugian, melainkan bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan."
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan HUT Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat persatuan dan semangat gotong royong.
"Marilah kita rayakan kemerdekaan dengan cara yang bermartabat. Hormati upacara, hormati bendera Merah Putih, dan hormati jasa para pahlawan. Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur dimulai dari kesadaran kita menghargai nilai-nilai kemerdekaan," pungkasnya.
Arip




PLN Pastikan Keandalan Listrik MotoGP Ma...
MotoGP Mandalika 2026, SDM Lokal Menduni...
Silaturahmi Gubernur NTB dan NTT Bersama...