HKN, Kadinkes Jember: Gerak Bersama Sehat Bersama Tingkatkan Kesehatan Warga Jember 

Keterangan Gambar: Dinkes Kabupaten Jember Peringati HKN ke 60

Jember, GrafikaNews.Com - Menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 60, Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Hendro Soelistijono Pimpin langsung Upacara di Halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, pada Selasa (12/11/2024) siang.

Kepada sejumlah wartawan, Hendro menjelaskan bahwa dalam rangka peringatan HKN, telah dilaksanakan pemeriksaan penyakit tidak menular, yang sudah dilakukan satu sebelumnya.

"Jadi pemeriksaan penyakit tidak menular, seperti hiperkolesterol, diabet, hipertensi, itu kita sudah melakukan pemeriksaan hampir kepada seluruh masyarakat," jelasnya.

Dinkes Kabupaten Jember telah memerintahkan kepada seluruh jajaran Puskesmas di Jember, untuk melakukan pemeriksaan secara gratis.

"Karena saat ini memang di Kabupaten Jember tertinggi adalah penyakit yang tidak menular tersebut," katanya.

Dibanding penyakit menular, terjadinya penyakit tidak menular seolah tidak terjadi apa apa, tetapi kenyataannya ketika seseorang menderita penyakit tidak menular justru harus mengeluarkan biaya cukup tinggi.

"Makanya Screening Kesehatan ini tujuannya untuk memetakan secara dini penyakit tidak menular, sehingga dapat diketahui secara dini," ujarnya.

Selain itu juga dilakukan gerakan untuk memberikan makanan tambahan para pasien, ibu ibu dan anak anak stunting. 

"Jadi ini khusus pengobatan untuk yang sudah terlanjur stunting, dan kekurangan energi kalori," katanya.

Langkah tersebut merupakan upaya menangani balita yang mengalami stunting, agar segera pulih. Termasuk bagi ibu ibu yang berpotensi melahirkan bayi stunting.

"Sehingga harapannya ibu ibu sehat dalam melahirkan, dan tentunya melahirkan bayi yang sehat," tegasnya.

Melalui upaya itu, maka angka stunting di Kabupaten Jember sudah mengalami penurunan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari yang semula 35 persen, menjadi sekira 20 persen.

"Ukuran itu dilakukan selama setahun, memang tidak banyak penurunannya, justru kalau turunnya drastis mencurigakan, jangan jangan malah salah data," ujarnya.

SKI hanya melakukan secara random kepada 9000 bayi, sedangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember sudah melakukan penimbangan dengan total penimbangan 96 persen, jumlah stunting sekitar 6 persen.

"Kita lihat dalam bulan ini, sedang ada survei gizi Nasional, semoga nanti hasilnya mendekati kondisi riil," ujarnya.

Alat penimbangan yang digunakan Antopometri, kata Hendro merupakan alat yang sama seperti yang digunakan oleh Surveyor.

"Kementrian Kesehatan bekerja sama dengan Sucofindo, yang semula surveyornya bentukan Kementrian, ini lembaga BUMN, jadi betul betul profesional," tegasnya.

Lebih lanjut Hendro menjelaskan di Kabupaten Jember juga sudah dilakukan medical Check Up secara gratis, untuk warga Jember yang usianya diatas 15 tahun.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan pak Camat, pak kades untuk melakukan pemeriksaan secara gratis setiap bulan, dibawah kendali puskesmas terdekat," tandasnya.

Meski hanya dengan Puskesmas sudah siap, Hendro terbuka, jika ada klinik swasta yang ingin berkontribusi.

"Kami bersyukur jika memang ada klinik swasta yang ingin berkontribusi," ujarnya. 

Melalui kegiatan medical Check Up itu, maka akan diketahui peta sebaran penyakit di Kabupaten Jember.

"Dengan demikian, kami dapat mendistribusikan obat kepada puskesmas secara tepat, termasuk juga perencanaan kesehatan ke depan akan lebih tepat," pungkasnya. (Slmt)