Banyuwangi, Grafikanews.com - Menanggapi beredarnya kabar tidak sedap tentang dugaan asusila yang dilakukan oleh salah satu kandidat bakal calon wakil bupati Banyuwangi, Kh Muhamad Ali Makki Zaini meminta agar pihak pihak yang melakukan itu menghentikannya.
"Yang saya pahami dari ajaran agama, kita di perintah untuk menutup aib orang lain, kata Imam Syafii ra, "NAHNU MAKMURUUNA BI SATRIL UYUUB," ujar ulama yang akrab disapa Gus Makki itu kepada Grafikanews.com dikediamannya beberapa waktu lalu.
Pilkada adalah momentum mencari pemimpin yang baik untuk Banyuwangi, sehingga kata Gus Makki tidak perlu menjelek jelekkan satu sama lain.
" Kalau aib dijadikan senjata menjatuhkan seseorang, akan banyak yang jadi korban, keluarganya, lingkungannya, malah bikin sengsara batin banyak orang, padahal sasarannya hanya satu orang, pun stop mboten usah mbukak wadine tiang lintu ( Sudah hentikan, tidak perlu membuka aib orang lain : Red ) kita urus diri kita saja Jangan ganggu tugas malaikat roqib atid, mencatat amal perbuatan kedua malaikat itu sudah mampu ndak perlu bantuan kita kita" kata alumni pondok pesantren Al Falah ploso kediri jawa timur itu.
Benar bahwa politik adalah cara menggapai kekuasaan imbuh pengasuh pondok pesantren Bahrul Hidayah dusun Rayud desa Parijatah kulon kecamatan Srono Banyuwangi jawa timur itu, namun tidak kemudian serta merta menghalalkan segala cara.
" Ayo kita ciptakan iklim politik sehat, politik santun, pilkada riang gembira demi mendapatkan pemimpin yang berahlak, beriman, mandiri, kuat dan mampu ngancani ( menemani : Red ) masyarakat dalam mencapai kesejahteraan, karna hakekat pemimpin itu adalah ngancani, mbarengi bukan menguasai," pungkas bakal calon bupati Banyuwangi dari Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) itu.
Arip Marsudi




Lestarikan Budaya Lokal, Wabup Kusmalaha...
Perkuat Perencanaan Penanggulangan Benca...
Temui Gubernur NTB, Kakanwil Kemenkum Ri...