Banyuwangi,
Grafikanews.com- Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi I Made Cahya Negara berjanji akan meneruskan
kepemerintah pusat terkait dengan keluhan para sopir Logistik yang memohon
penghapusan rapid antigen sebagai syarat penyebrangan bagi sopir yang sudah di vaksin.
“Kita semua yang ada disini adalah
pelaksana atau operator kebijakan dari pemerintah pusat, kita akan menyampaikan
keluhan bapak bapak sopir kepada pemerintah pusat,â€kata Made saat menerima
rombongan Gabungan Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu ( Gapiber) di Gedung
DPRD, Rabu, (8/9/2021).
Hadir dalam hearing itu perwakilan ASDP
ketapang, Pelindo Tanjungwangi, KKP II Probolinggo, Dishub Kabupaten Banyuwangi,
Dinkes Banyuwangi, BPTD Provinsi Jatim dan Polresta Banyuwangi.
.jpeg)
Koordinator Gapiber Darmawan menyatakan
bahwa, pengemudi logistik memiliki peran penting dalam menggerakkan roda
perekonomian.
“kami tidak peduli daerah yang kami
datangi itu zona merah atau zona hitam, tapi karna tugas kami menghantarkan logistic
yang dibutuhkan masyarakat daerah itu, kami tetap harus mengirimkannya dan tidak
memikirkan keselamatan diri kami,â€tegas Darmawan.
Tuntutan pengemudi menghapus persyaratan
rapid bagi sopir yang sudah vaksin, tidak hanya sekedar kepentingan pengemudi
sendiri.
“kalau rapid itu ditiadakan, sudah
menghemat uang Negara dan bisa dialihkan untuk kepentingan yang lain, kami para
pengemudi juga memikirkan keuangan Negara,â€jlentreh Darmawan.
Darmawan sangat berharap kepada stake
holder terkait untuk mendengarkan aspirasi mereka.
“saat ini kami memohon, tapi kalau
permohonan kami tidak dihiraukan kami akan menuntut bila perlu kami akan blockade
pengiriman logistic ke Bali, Lombok bima bahkan NTT, permohonan kami sederhana
hapuskan rapid bagi sopir yang sudah vaksin, kami selama ini juga membantu
pemerintah mengkampanyekan vaksin,â€pungkasnya.(AM)




Lestarikan Budaya Lokal, Wabup Kusmalaha...
Perkuat Perencanaan Penanggulangan Benca...
Temui Gubernur NTB, Kakanwil Kemenkum Ri...