Banyuwangi, Grafikanews.com- Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) bersama Pengurus
Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Banyuwangi, menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab)
Atletik antar pelajar tahun 2021. Kejurkab dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda
dan Olah Raga Dispora dan Pihak Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di
Banyuwangi. Kejurkab yang diselenggarakan sehari itu, dilaksanakan di lapangan
atletik Gor Tawang Alun Banyuwangi pada hari Minggu (19/9/2021).
Kepada Grafikanews.com, Kepala Bidang Olahraga Dispora Banyuwangi, M.Alfin Kurniawan menjelaskan bahwa pelakasanaan kejurkab tetap dilaksanakan dengan penerapan protocol kesehatan yang ketat.
"Ini kejuaraan pelajar terkait dengan kegiatan atletik, karena kondisi pandemi, kita batasi jumlah pesertanya, yakni terdiri dari 16 sekolah berjenjang mulai Sekolah Dasar(SD) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K) dan tiap sekolah kita batasi hanya mengirimkan 1atlit peia dan 1 atlit wanita," jelas pejabat muda yang energik itu.

Alfin menambahkan, kegiatan itu dipantau oleh Satgas Covid-19 Banyuwangi. Tiap sekolah hanya boleh mengirimkan satu pendamping atlit, dan yang belum mendapat giliran lomba tidak diperbolehkan masuk area lapangan atletik.
"Dalam pelaksanaan kita diawasi oleh Satgas Covid-19, ini sebagai parameter kegiatan yang baru diadakan Dispora pada masa pandemi, semoga bisa terus bisa diadakan untuk cabor lainnya, rencana cabor voli, sepak bola dan senam, namun kita masih berkoordinasi dengan satgas covid untuk mencari pola-pola prokesnya yang tepat ,"imbuhnya.
Sementara itu perwakilan dari dinas pendidikan kabupaten Banyuwangi, Agus Sujiono menyampaikan bahwa kegiatan itu adalah kegiatan yang istimewa. Sebab, sudah dua tahun tidak pernah digelar kejurkab antar pelajar.
“ anak-anak yang lama
latihannya menjadi punya arah dan sasaran , menjadi lebih bersemangat
lagi,"terangnya.
Agus berharap Dispora menindaklanjuti dengan pembinaan pada atlit yang berprestasi.
"Ini ajang pencarian bibit atlit pada jenjangnya masing-masing. kita berharap hasil dari kejuaraan ini, pada anak-anak yang berbakat bisa diadakan pembinaan, artinya Dispora menginfokan pada lembaga kita, Dispendik, pada cabang dinas pendidikan, untuk kita tindak lanjuti pada wilayah masing-masing agar dilakukan pembinaan melalui guru olah raganya,"urainya.
Sementara itu pihak dari Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur, untuk SMA/K diBanyuwangi, Sutenang Efendi, berharap kegiatan tersebut tetap bisa dilaksanakan.
"harapannya tetap
dilaksanakan lomba dengan mengutamakan
prokes, selain karena ada lomba anak-anak bisa lebih bersemangat berlatih,
terus meningkatkan imun,"singkatnya.
Peraih juara 1 pada lomba
lari 100 meter tingkat SMP, Gysca Aurellia Putri, siswi dari SMPN 1 Banyuwangi,
merasa senang memperoleh juara.
"Perasaannya senang
sekali meraih juara1, sudah lama latihan
dan baru sekarang ada lomba, saya akan lebih rajin berlatih untuk memperbaiki
waktunya,"ungkapnya.
Peserta dalam pelaksanaan kejuaraan
dibatasi karena masa pandemi. Pseserta berjumlah 120 orang dari perwakilan
sekolah SD hingga SMA/K di seluruh Kabupaten Banyuwangi.
Lomba yang dipertandingkan diantaranya untuk SD lari 60 meter, sedangkan untuk untuk SMP dan SMA/K dilombakan lari 100, 400 dan 800 meter. (Joko)




Lestarikan Budaya Lokal, Wabup Kusmalaha...
Perkuat Perencanaan Penanggulangan Benca...
Temui Gubernur NTB, Kakanwil Kemenkum Ri...