Banyuwangi, Grafikanews.com-Setelah meraih juara pertama untuk kategori desa wisata alam dalam Trisakti Tourism Award 2021 di Jakarta, Kamis (26/8/2021), saat ini Desa Tamansari, kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi mendapatkan tantangan diajang Anugerah Desa Wisata Alam Indonesia (ADWI) tahun 2O21.
Persiapan telah disusun untuk memaksimalkan penilaian dan kurasi dari ADWI 2021. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya oleh Grafikanews.com, pada link.https:/grafikanews.com/berita-taman-sari-salah-satu-desa-terpilih-adwi-2021.html, Desa Tamansari, Kecamatan Licin telah masuk 50besar setelah melalui tahapan seleksi dari 1.831 peserta Desa diseluruh Indonesia.
ADWI merupakan ajang penghargaan kepada desa-desa wisata yang memiliki prestasi dengan melalui 7 kategori penilaian. 7kriteria tersebut meliputi penerapan CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability), desa digital, souvenir (kuliner, fesyen, kriya), daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, homestay dan toilet.
Kepala Desa Tamansari, Rizal Syahputra saat dionfirmasi Grafikanews.com diruang kerjanya Jum'at(27/8/2021)menyampaikan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan semuanya.
"Kita sudah masuk 50 besar dalam ADWI kemarin, kita siapkan kelengkapan semua, baik administratif dan semua yang sekiranya memaksimalkan penilainan kurasi dari ADWI,” kata Rizal.
Rizal menambahkan, suport dari pemerintah kabupaten melalui semua dinas yang berkaitan dengan ADWI sangat luar biasa.
“Dari Disbudpar, PDMD, dan semua dinas terkait sudah maksimal mendorong desa secara umum di Banyuwangi, khususnya Desa Tamansari dalam kesiapan lomba maupun kegiatan percepatan peningkatan ekonomi masyarakat Desa,"jelasnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga membantu pemerintah desa mendorong kapasitas masyarakat didesa wisata.
“termasuk juga memberikan apresiasi dengan membangun infrastruktur, jalan-jalan didestinasi-destinasi, menghubungkan dengan akademisi untuk membantu menyempurnakan metodologi percepatan program dalam segala bidang di desa, juga membantu menyambungkan dengan pihak ke-3 terkait CSR untuk disalurkan ke desa dan promosi yang gencar, serta banyak hal lainnya,” jelas Rizal.
Dikesempatan yang sama, ketua Bumdes Desa Tamansari, Yatman, menerangkan bahwa prestasi yang dicapai adalah juga tantangan bagi Bumdes guna memanagemen program.
"Peranan Bumdes memanagemen, agar pelaku usaha dimasyarakat mempunyai insiasi, sehingga mempunyai destinasi dan inovasi yang bisa dikembangkan,”kata Yatman.
Aset desa yang ada bisa dikelola secara maksimal guna peningkatan perekonomian masyarakat desa.
“Kita punya potensi alam yang baik, namun utamanya adalah bisa mendorong pola pikir masyarakat untuk menambah peluang yang bisa dikembangkan, itulah keuntungan terbesar dan positif bagi masyarakat,”Pungkasnya. (Joko)





RSUD Lombok Utara Siap Sukseskan Kegiata...
BPBD KLU bersama Bank NTB Konsisten Salu...
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI...