Sidoarjo,Grafikanews.com - Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) terus memacu penguatan kapasitas dan ekosistem bisnis koperasi berbasis potensi lokal unggulan melalui langkah konkrit dengan menggelar kegiatan Fasilitasi Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Komoditas Unggulan (Rumput Laut) yang berlangsung selama tiga hari, pada 19 hingga 21 Agustus 2026, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kegiatan strategis ini diikuti oleh 60 perwakilan dari 30 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Sidoarjo yang memiliki potensi pengembangan usaha di sektor budidaya rumput laut.
Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha pada Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Cecep Setyawan mengatakan bahwa Sidoarjo dipilih karena memiliki fondasi ekosistem bahari dan tambak yang sangat kuat, dengan total luas lahan budidaya mencapai 15.513 hektare.
"Kabupaten Sidoarjo memiliki ekosistem dasar yang amat potensial diantaranya tersedia lahan budidaya yang luas, pembudidaya yang aktif, agropreneur yang handal, hingga akses pasar nasional dan ekspor yang sudah terbuka. Tugas kita sekarang adalah mengonsolidasikan potensi besar ini menjadi kekuatan ekonomi bersama melalui wadah koperasi," ungkap Cecep Setyawan.
pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak boleh berhenti sebatas legalitas kelembagaan di atas kertas, melainkan harus memiliki kegiatan usaha riil berbasis komoditas wilayah dari hulu ke hilir.
Rumput laut, khususnya jenis Gracilaria, bukan sekadar produk primer. Ini adalah pintu masuk untuk membangun ekosistem bisnis yang lengkap mulai dari penyediaan bibit, budidaya, pascapanen, standardisasi, hingga pengolahan dan pemasaran ekspor.

Skema Bapak Angkat dan Kolaborasi Multi-Pihak
Salah satu terobosan dalam kegiatan ini adalah penerapan model bapak angkat (partnership mentor), di mana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang baru berkembang dipasangkan dengan koperasi eksisting yang sudah mapan dan berpengalaman dengan alokasi dana sementara antar-KDMP yang mencapai Rp1.795.900.000.
?Program pendampingan ini melibatkan tiga koperasi berpengalaman sebagai mentor, yaitu Koperasi Sumber Mulyo dengan dukungan dana sebesar Rp19.800.000, Koperasi Agar Makmur Sentosa (AMS) sebesar Rp2.203.050.000, serta Koperasi Jeeva yang menyalurkan dana sebesar Rp321.700.000.
?Sebagai contoh nyata, Koperasi Sumber Mulyo di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, telah mengonsolidasikan lahan seluas 400 hektare dengan produksi rumput laut kering Gracilaria mencapai 4.800 ton per tahun. Sementara Koperasi Agar Makmur Sentosa di Desa Kedungpandan telah sukses menembus pasar internasional melalui ekspor Gracilaria ke Australia.
Selain antar-koperasi, kegiatan ini juga menghubungkan jaringan usaha koperasi dengan BUMN pangan dan mitra strategis seperti PT ID FOOD dan ULULU untuk pengadaan serta penyerapan hasil panen.
Metode 70 Persen Praktik Lapangan dan Konsep Zero-Waste
Guna memastikan penyerapan materi secara komprehensif, desain pelatihan dibuat dengan porsi 30 persen teori di kelas dan 70 persen praktik langsung di lapangan.
Cecep Setyawan menambahkan, para peserta dibekali teknik penanganan on-farm dan pascapanen, manajemen rantai pasok (value chain), pengelolaan kadar air, standardisasi produk, hingga konsep zero-waste (nirlimbah) dalam industri pengolahan rumput laut.
"Melalui pendekatan zero-waste, setiap bagian dari hasil panen dapat diolah menjadi produk bernilai tambah baik untuk pangan, farmasi, maupun kosmetik sehingga usaha koperasi lebih efisien dan ramah lingkungan," imbuhnya.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan kerja sama yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) serta Letter of Intent (LoI) antar-koperasi dan mitra usaha.
Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN dan jaringan koperasi, Kabupaten Sidoarjo diproyeksikan menjadi percontohan (national benchmark) pemodelan jaringan usaha rumput laut terpadu dari hulu hingga hilir di Indonesia. (Sal)




PLN Pastikan Keandalan Listrik MotoGP Ma...
MotoGP Mandalika 2026, SDM Lokal Menduni...
Silaturahmi Gubernur NTB dan NTT Bersama...