Banyuwangi,
Grafikanews.com -
Banyuwangi mengalami Kekurangan Kepala Sekolah sejak sejak 2017. Terbatasnya
poisisi kepala sekolah difinitif
terutama tingkat Sekolah Dasar di Banyuwangi memaksa dinas mengangkat
PLT. (Pelaksana Tugas) yang cukup banyak. Hal
tersebut terjadi karna diantaranya tidak diadakan lagi rekrutmen kepala
sekolah sejak tahun 2017, dibarengi dengan pensiunnya pegawai pada angkatan 1959 yang jumlahnya cukup
besar.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno Spd
saat dikonfirmasi Grafikanews.com melalui aplikasi whatsapnya, Rabu (19/5)
mengarahkan kepada kasubag kepegawaian.
“mangga bisa ke subag kepegawaian, kami sedang keg di
Galagah,â€tulis Suratno di whatsappnya.

Sementara itu Kasubag.Kepegawaian Dinas Pendidikan
Banyuwangi, H.Mukhlis, saat ditemui Grafikanews.com di ruang kerjanya, mengakui
banyaknya plt kepala sekolah.
"Karena memang ada keterbatasan keterbatasan, kalau
tidak ada PLT juga tidak ada yang
mengendalikan operasional sekolah, karena memang mulai 2017, kita libur rekrutmen kepala
sekolah, sedangkan usia pensiun tidak
bisa kita bendung kelahiran angkatan 59 banyak sekali", jelasnya.
Mukhlis menambahkan bahwa untuk menjadi kepala sekolah
difinitif syaratnya harus sesuai
Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.
"Kepala sekolah
difinitif harus punya STTPP(Surat Tanda
Tamat Pendidikan Pelatihan), Kalau dulu diangkat dulu kemudian diklatnya meyusul,
kendala ke2, Golongan pegawai minimal 3C, dan usia maksimal 54tahun. Ada yang masih muda tapi golongan belum 3C,
ada yang sudah golongan 3C tapi usia sudah diatas 50tahun",keluhnya.
Masih menurut Mukhlis, saat ini perekrutan calon kepala
sekolah sudah mulai tertata.
“yang muda-muda sudah ada yang golongan 3C, mudah mudahan
kedepan lebih tertata, besok lusa sudah
selesai sejumlah 50orang, kami tekhnis ,
menyiapkan calon, Diklat dan seterusnya", urainya.
Mukhlis berharap, guru guru memahami akan kebutuhan
pendidikan dan tidak menilai dari selisih tunjangan kesejahteraan.
“Jabatan kepala sekolah dianggap kurang menarik, untuk
kesejahteraan hanya selisih 129 ribu dengan guru biasa, jadi teman teman
guru kurang minat, namun insyaallah untuk yang baru baru ini sudah mulai bagus, memahami apa
yang dibutuhkan, saya yakin dengan kita
kasih gambaran pasti akan memahami kebutuhan pendidikan, seperti wajib milter, dimanapun bertugas akan
siap , kalau masalah kesejahteraan guru sudah cukup, waktunya untuk menebar virus kebaikan,"
pungkasnya.
Disinggung berapa jumlah PLT kepala sekolah sampai saat ini, Mukhlis
menyarankan untuk mencari data realnya pada kantor BKD Banyuwangi.
Status Plt tidak hanya pada kepala sekolah, beberapa kepala SKPD
banyak yang belum definitive seperti misalnya Plt kepala dinas pendidikan, plt
kepala dinas PU dan beberapa lainnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Mujiono saat dikonfirmasi
Grafikanews.com melalui aplikasi whatsppnya menyatakan bahwa banyaknya PLT
karna keterbatasan pegawai, pangkat, golongan, dan mengacu kepada peraturan dan
perundang undangan kepegawaian yang berlaku.
“secara detilnya bisa konfirmasi langsung ke Badan
Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan nggih,â€tulis Muji dalam pesan whatsappnya.
Sementara itu kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan
Pelatihan kabupaten Banyuwangi Nafiul Huda, S.Sos, M.Si hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi.
Saat Grafikanews.com ke kantor BKPP, salah satu staf BKPP menyatakan Nafiul
Huda sedang sibuk. Saat dikonfirmasi via whatsapp, hingga berita ini diturunkan
belum ditanggapi.(JK)




Lestarikan Budaya Lokal, Wabup Kusmalaha...
Perkuat Perencanaan Penanggulangan Benca...
Temui Gubernur NTB, Kakanwil Kemenkum Ri...