Mataram, Grafikanews.com - Bank NTB Syariah resmi kembali menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kepastian ini didapat setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) KUR bersama Kementerian UMKM Republik Indonesia.
Kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku UMKM.
Selain itu, program ini juga menyasar pembiayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Melalui kerja sama ini, Bank NTB Syariah kembali dipercaya menjadi salah satu lembaga penyalur KUR nasional pada tahun 2026.

Sebelumnya, bank daerah ini tercatat tidak memperoleh alokasi program KUR selama kurang lebih delapan tahun terakhir.
Pada tahun ini, Bank NTB Syariah berhasil memperoleh plafon penyaluran KUR sebesar Rp40 miliar.
Dana tersebut dialokasikan sebesar Rp30 miliar untuk sektor UMKM dan Rp10 miliar untuk pembiayaan PMI.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyebut kepercayaan pemerintah ini sebagai sebuah peluang sekaligus amanah.
Ia berharap langkah ini semakin memperkuat peran Bank NTB Syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan produktif.
“Kami bersyukur Bank NTB Syariah kembali dipercaya menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat. Ini merupakan momentum penting bagi kami untuk memperluas akses pembiayaan kepada pelaku UMKM dan masyarakat produktif di Nusa Tenggara Barat. Kami ingin pembiayaan KUR yang disalurkan benar-benar mampu mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan daya saing UMKM, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Nazaruddin.
Menurutnya, keberadaan program KUR ini akan memperkuat ekosistem pembiayaan syariah yang selama ini telah dikembangkan.
Fokus utamanya adalah sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama ekonomi di daerah. Sektor tersebut meliputi bidang perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, industri kreatif, hingga sektor jasa.
Sementara itu, alokasi KUR khusus bagi PMI diharapkan dapat membantu masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri. Pembiayaan ini dinilai jauh lebih mudah, terjangkau, dan tentunya sesuai dengan prinsip syariah.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja migran melalui akses pembiayaan yang aman dan legal.
Pihak Bank NTB Syariah optimistis penyaluran KUR pada tahun 2026 ini dapat meningkatkan inklusi keuangan dan penciptaan lapangan kerja.
Ke depannya, Bank NTB Syariah akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sinergi berkelanjutan ini bertujuan untuk memastikan program KUR dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan modal.
Sebagai bank daerah, Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pembiayaan yang kompetitif demi kesejahteraan masyarakat luas.
[Red]




Pecahkan Rekor, MotoGP Mandalika 2026 Te...
PLN Pastikan Keandalan Listrik MotoGP Ma...
MotoGP Mandalika 2026, SDM Lokal Menduni...