Aula dan Gudang Lapas Ngawi Terbakar, 305 Narapidana Dievakuasi

Petugas gabungan saat berupaya memadamkan kobaran api di kompleks Lapas Kelas IIB Ngawi, Jumat (14/8/2026) sore.

Ngawi,Grafikanews.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi mendadak mencekam pada Jum'at (14/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB saat kepulan asap pekat mendadak membubung tinggi dari area dalam kompleks lapas yang memicu kepanikan warga binaan serta petugas setempat.

Kebakaran disinyalir bermula dari bak penampungan sampah di area belakang aula. Kobaran api yang membesar dengan cepat melalap fasilitas aula kegiatan dan merembet ke sejumlah gudang tempat penyimpanan alat musik. 

Proses pemadaman api ini terbilang dramatis karena bertepatan dengan insiden kebakaran lain di wilayah Desa Gerih, sekitar 20 kilometer dari lokasi kejadian. Tim pemadam kebakaran yang tengah beroperasi di sana harus segera berbalik arah dan melakukan manuver cepat menuju Lapas Ngawi.

Pihak otoritas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Sebanyak 305 narapidana penghuni Lapas Kelas IIB Ngawi dinyatakan aman karena posisi aula yang terbakar berjarak cukup jauh dari blok hunian.

Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas IIB Ngawi, Suwarno mengatakan bahwa dugaan awal api berasal dari penampungan sampah di area dalam dan seluruh warga binaan dipastikan dalam kondisi selamat. 

"Yang terbakar ruang aula. Sedangkan warga binaan langsung kita amankan dan evakuasi ke titik aman," ungkap Suwarno. 

Berkat respons sigap dan koordinasi ketat antara Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, Kodim, Kepolisian, serta internal lapas, si jago merah berhasil dilokalisasi dengan tiga unit armada damkar dan satu mobil pemadam milik Kodim.

Dalam kurun waktu kurang lebih satu jam sejak armada tiba, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya sebelum merembet ke fasilitas kritis lainnya.

Meski dugaan awal mengarah pada tumpukan sampah di belakang aula, otoritas setempat menegaskan bahwa penyebab pasti pemicu timbulnya api masih belum disimpulkan.

Hingga kini, Pemerintah Daerah bersama Kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pendalaman material untuk memastikan pemicu utama kebakaran tersebut. 

Fokus utama petugas saat ini adalah pemulihan area terdampak serta peningkatan kewaspadaan intensif, mengingat dalam sepekan terakhir tercatat ada empat titik kebakaran yang melanda wilayah Ngawi. (Sal)