SEMARANG, Grafikanews.com - Kehadiran 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh pelosok negeri kini menjadi tulang punggung baru pergerakan ekonomi rakyat. Agar potensinya tidak jalan di tempat, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memacu transformasi agar UMKM dan koperasi lokal bisa segera melesat ke ekosistem digital.
Langkah strategis ini ditegaskan oleh Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, dalam sebuah lokakarya media di Semarang, Rabu (6/5/2026). Ia menyoroti fakta bahwa dari 60 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang benar-benar memanfaatkan ruang digital, padahal jangkauan internet 4G nasional sudah menembus angka 98,95 persen.
"Transformasi digital UMKM dan koperasi desa tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi kolektif agar UMKM bisa naik kelas, lebih adaptif, dan berkelanjutan," tegas Farida.

Sejak diresmikan secara nasional pada Juli 2025 lalu, puluhan ribu KDKMP ini telah dibekali dengan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes). Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kemenkop, Riza Azmi, menyebut platform tata kelola modern ini dirancang untuk sangat memudahkan operasional bisnis warga di tingkat desa.
"Simkopdes menjadi fondasi teknologi bagi Koperasi Merah Putih. Platform ini menjembatani transparansi, efisiensi operasional, dan kemudahan akses bagi seluruh anggota," ucap Riza.
Untuk menggaungkan program kebangkitan ekonomi desa ini, peran media massa dinilai sangat krusial. Jurnalis Senior sekaligus Akademisi Universitas Padjadjaran, Abie Besman, mengingatkan agar publikasi seputar koperasi tidak lagi kaku, birokratis, atau sekadar terjebak gaya seremonial yang membosankan.
"Berita harus punya denyut. Cari nilai beritanya, apa dampaknya bagi masyarakat, apa konfliknya, apa kebaruannya. Kalau tidak menarik, koperasi akan sulit 'dijual' ke publik," pungkas Abie. [Red]




Lestarikan Budaya Lokal, Wabup Kusmalaha...
Perkuat Perencanaan Penanggulangan Benca...
Temui Gubernur NTB, Kakanwil Kemenkum Ri...