MATARAM, Grafikanews.com – Lebih dari setengah abad sudah InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menjadi ujung tombak pembangunan destinasi pariwisata nasional. Berawal dari keberhasilan membangun The Nusa Dua di Bali pada 1973, kini mata dunia tertuju pada The Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai simbol baru kemajuan ekonomi Indonesia Timur.
Perjalanan panjang selama 52 tahun ini bukan sekadar tentang pembangunan fisik, melainkan tentang penciptaan warisan (crafting the legacy). Di bawah naungan holding InJourney, ITDC kini bertransformasi dari sekadar pengelola aset menjadi Master Developer yang mengintegrasikan ekosistem penerbangan dan pariwisata secara hulu ke hilir.
Mandalika: Magnet Ekonomi Rp4,96 Triliun
Pencapaian paling nyata terlihat pada kesuksesan ajang MotoGP 2025 di Sirkuit Mandalika. Berdasarkan data resmi ITDC, ajang internasional tersebut mencatatkan dampak ekonomi (multiplier effect) yang fantastis, yakni mencapai Rp4,96 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan tercermin dari geliat ekonomi lokal.
Okupansi hotel di kawasan Mandalika mencapai 100 persen, sementara di Kota Mataram menyentuh angka 90 persen selama pekan balapan. Arus kunjungan penonton pun melonjak 15,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total 140.324 pasang mata menjadi saksi keindahan Lombok.
Inklusivitas: Rakyat Bukan Penonton
Salah satu poin krusial dalam perjalanan ITDC di Mandalika adalah keterlibatan masyarakat lokal. Manager Stakeholder & Public Relations ITDC, Gresita FY Siahaan, menekankan bahwa masyarakat NTB adalah aktor utama, bukan sekadar penonton di rumah sendiri.
"Kami ingin masyarakat Lombok memiliki rasa kepemilikan. Itulah sebabnya lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal terserap, di mana 67 persennya berasal langsung dari Lombok Tengah," ungkap Gresita.
Tak hanya tenaga kerja, sektor UMKM juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Lebih dari 600 pelaku usaha lokal kini telah masuk dalam ekosistem Mandalika, memasarkan produk mulai dari kopi lokal hingga kain tenun khas yang kini menjangkau wisatawan mancanegara.
Menatap Masa Depan: Kalender Dunia 2026
Memasuki tahun 2026, ITDC telah menyiapkan rangkaian agenda global yang akan memastikan roda ekonomi NTB terus berputar. Mulai dari GT World Challenge Asia, Pocari Sweat Run, hingga gelaran rutin MotoGP Indonesia.
Integrasi antara aksesibilitas bandara yang hanya berjarak 25 menit serta infrastruktur kawasan seluas 1.175 hektar menjadikan Mandalika sebagai standar baru pariwisata dunia yang berkelanjutan.
Dengan pengalaman matang selama 52 tahun, ITDC membuktikan bahwa pariwisata adalah mesin pertumbuhan yang terukur. Bagi Nusa Tenggara Barat, Mandalika bukan lagi sekadar destinasi impian, melainkan bukti nyata transformasi ekonomi yang membawa nama harum Indonesia ke panggung global. [Red]




Pecahkan Rekor, MotoGP Mandalika 2026 Te...
PLN Pastikan Keandalan Listrik MotoGP Ma...
MotoGP Mandalika 2026, SDM Lokal Menduni...