• Minggu, 07 Mei 2020

Tidak Ada Pawai Takbiran Dan Lebaran Topat di Mataram Tahun Ini

grafikanews.com

Walikota Mataram H.Ahyar Abduh didampingi Kapolresta Mataram Kombes Pol . Guntur Herditrianto dan Dandim 1606 Lobar Kolonel Czi Efrizon Scroll

 Grafika News - Mataram - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh didampingi Kapolresta Mataram, Guntur Herditrianto dan Dandim 1606 Lobar Efrizon Scroll memberikan keterangan pers usai rapat tertutup di Pendopo Walikota Mataram,   Pemkot Mataram akan meniadakan pawai takbiran dan perayaan lebaran topat,tempat ziarah makam dan wisata akan ditutup,masyarakat dari luar dilarang datang ke Mataram sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona.

Baca juga:

Kebijakan Pemkot Mataram disampaikan usai rapat tertutup dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Pendopo Walikota, H. Ahyar Abduh didampingi Kapolresta Mataram Kombes Pol. Guntur Herditrianto dan Dandim 1606 Lobar Kolonel Czi Efrizon Scroll menyampaikan, rapat bersama forkopimda mengevaluasi penanganan serta pencegahan virus Corona, penyaluran bantuan jaring pengaman sosial  serta keamanan dan ketertiban masyarakat.

Perayaan Idul Fitri dan Lebaran Topat  tahun ini  berbeda di tengah penyebaran Corona virus Disease atau Covid-19. Kasus Covid-19 dapat dikendalikan dan terjadi penurunan,Walikota memberikan gambaran dari 139 kasus positif Covid-19,di antaranya, 86 pasien dinyatakan sembuh, 50 masih dalam perawatan dan tiga meninggal dunia, kita mengupayakan tidak ada kasus baru lagi,” ungkap Ahyar

grafikanews.com

Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus, Pemkot Mataram meniadakan pawai takbiran, kecuali di dalam lingkungan, harus  tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,di samping itu, lebaran topat juga ditiadakan. Tempat wisata serta ziarah makam akan ditutup. “Semua makam sebagai lokasi ziarah serta tempat wisata akan kita tutup,” ujarnya

Untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri, Pemkot Mataram tidak melarang masyarakat melaksanakan ibadah, Tetapi diminta mengikuti fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahyar menambahkan, mobilitas warga saat lebaran pasti tinggi, Oleh karena itu, pintu masuk akan diawasi secara ketat, warga berasal dari luar Kota Mataram dilarang masuk, kecuali ada kepentingan mendesak ,ucap walikota.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tetap memperketat pengawasan demi memutus mata rantai penyebaran, " warga dari luar sebaiknya tidak datang ke Mataram. Kecuali ada urusan mendesak,” tandasnya. Selain itu, Walikota juga meniadakan open house saat lebaran,kebijakan ini juga di ambil sebagai langkah antisipasi mencegah Covid 19.( Yyt )


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook:

Tambahkan Komentar