Tausyiah bersama Bupati Fauzan: Tiga Sifat Rasulallah Paling Menonjol yang Tersebut Dalam Al-Qur’an

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid

GrafikaNews.com – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid didaulat memberi tausyiah di Lenterahati Boarding School, Jatisela, Kec. Gunungsari, Lobar, Sabtu, (24/10). Acara ini dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1442 H.

Bupati Fauzan dalam tausyiahnya mengutip Ayat 128-129 dari Surat at-Taubah yaitu  laqad jā`akum rasụlum min anfusikum 'azīzun 'alaihi mā 'anittum ḥarīṣun 'alaikum bil- mu`minīna ra`ụfur raḥīm. 

Maulid, kata bupati kita peringati hari lahirnya Rasulallah, untuk mengingat sifat-sifat Rasulallah serta perjuangan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. 

“Sifat Rasulallah yang paling menonjol yang tersebut dalam al-Qur’an yaitu laqad jā`akum rasụlum min anfusikum 'azīzun 'alaihi mā 'anittum ḥarīṣun 'alaikum bil- mu`minīna ra`ụfur raḥīm,” ujar bupati membaca ayat dimaksud.

Sifat Rasulallah itu yaitu pertama, 'azīzun 'alaihi mā 'anittum yaitu Rasulallah itu berat hatinya, sedih hatinya melihat orang lain susah. 

Kondisi ini, kata bupati, sering sebaliknya yang dilakukan oleh manusia saat ini yaitu senang melihat orang lain susah. Padahal, kata Fauzan, kuncinya sederhana, kalau tidak bisa memberi manfaat bagi orang lain, paling tidak jangan membuat kesulitan.

“Sebaik-baik orang adalah yang memberi manfaat bagi orang lain,” ujar bupati. 

Bupati mencontohkan, postingan fitnah kepada seseorang di media sosial, yang bisa menjadi aib abadi bahkan sampai yang difitnah maupun yang memfitnah meninggal dunia karena bisa jadi akan masih dibaca orang lain termasuk anak cucu yang difitnah.

“Bagaimana cara mengklarifikasi itu? Kira-kira sebesar apa dosanya?,” kata bupati. 

Sifat Rasulallah yang kedua yaitu ḥarīṣun 'alaikum bil- mu`minīna yaitu sangat menginginkan keselamatan bagi orang lain tidak peduli siapa, suku, warna kulit, dan sebagainya. 

Sifat yang ketiga yaitu ra`ụfur raḥīm yaitu sangat halus dan kasih sayang terhadap orang-orang mukmin. 

“Tiga sifat ini kalau kita bisa contoh maka dunia ini akan aman, sangat mungkin untuk dilaksanakan, mari kita mulai dari kita masing-masing,” ajak bupati. 

Terjemahan lengkap dari Ayat tersebut yaitu “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”.

Pada kesempatan itu, bupati juga mencoba memaknai makna dari Lenterahati. Lentera artinya cahaya yang tidak besar tapi ada di kegelapan yang luar biasa gelap. 

“Ia memang kecil tetapi berada di tengah kegelapan karena itu manfaatnnya luar biasa,” ujar bupati.

Demikian juga hati, dalam hal ini hati yang dalam Bahasa Arab disebut qolbu, kecil dan tidak kelihatan. 

“Maka dalam agama dikatakan “tanyalah hatimu”,” kata bupati. 

Maulid Nabi Muhammad SAW 2020 ini, kata bupati, berdekatan dengan Hari Santri tanggal 22 Oktober. Hari Santri untuk mengingat Resolusi Jihad oleh Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari tanggal 22 Oktober 1945. 

“Karena resolusi jihad itulah terjadi peristiwa 10 Nopember. Kalau tidak ada resolusi jihad, tidak ada Hari Pahlawan,” jelas Fauzan. 

Dari situ juga muncul istilah hubbul wathani minal iman yaitu cinta tanah air adalah bagian dari iman.

“Itu bukan Hadits, karena di negara lain tidak dikenal, murni dari ‘ulama kita. Cinta tanah air adalah bagian dari manifestasi iman kita kepada Allah SWT,” tegas Fauzan.

Hadir dalam acara tersebut Pengasuh Lenterahati Boarding School Professor Muazar Habibi, Pembina Yayasan Lenterahati Boarding School H. Makmur Said, Camat Gunungsari, Kades Sesela, undangan lainnya, dan para santri Lenterhati. (*)

Tags:

Leave a Reply