Suhaimi Ismy, Ajak Masyarakat Saling Menghormati Perbedaan Pilihan di Pilkada Mendatang.

Suhaimi Ismy, Bersama Masyarakat Dalam Agenda Silaturrahmi dan Sosialisasi 4 Pilar.

Grafika News - Lombok Tengah - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Dapil NTB, H. L. Suhaimi Ismy hadir dalam kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Yayasan Husnul Khatimah Lendang Ape, Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Minggu, 08/11/ 2020)

Suhaimi Ismy, dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa hal penting terkait NKRI, Bhinika Tunggal Ika, dan pentingnya persatuan ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Adapun menurutnya: Pertama, Indonesia merupakan negara yang kaya. Selain kaya akan sumber daya alam, juga kaya dengan Budaya. Ada lebih dari 718 bahasa daerah, dengan 1.340 suku bangsa yang ada di Indonesia.

Kedua, dengan bermacam-macam bahasa dan suku bangsa tersebut, kita berhasil bersatu utuh sebagai sebuah NKRI. Ini semua merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa, serta berkat perjuangan para Pahlawan. Ketiga, para pendahulu kita rela bekorban jiwa raga untuk memerdekakan Indonesia, maka tugas generasi saat ini adalah mempertahankan keutuhan Indonesia dalam bingkai NKRI.

Keempat, menjaga keutuhan NKRI harus dimulai dari diri sendiri, mulailah dengan meningkatkan rasa saling hormat-menghormati, menghargai orang tua, guru-guru kita dan menghargai sesama. Selain itu, Semboyan Bhinika Tunggal Ika harus diterpkan dalam kehidupan nyata dengan cara memupuk sikap tenggang rasa.

Kelima, perbedaan harus kita sikapi dengan rasa pedsaudaraan, rasa kasih sayang, dan saling menghormati serta menghargai sesama saudara sebangsa dan setanah air.

Selanjutnya, Suhaimi Ismy juga menyampaikan pentingnya saling menghormati perbedaan pilihan dalam Pesta Demokrasi yang akan diselenggarakan pada bulan depan mendatang di sejumlah Kab/Kota di Provinsi NTB.

"Bulan depan akan dilaksnakan Pilkada Kab/Kota di Prov NTB, harus dimaknai sebagai sebuah pesta demokrasi yang seutuhnya. Harus saling menghormati walau beda pilihan, jangan sampai beda pilihan menyebabkan  kita renggang dan bermusuhan. Karena selesai Pilkada, tetangga kita akan tetap menjadi tetangga kita, saudara akan tetap menjadi sudara, kawan akan tetap menjadi kawan kita" ungkapnya.

Selain itu, Suhaimi Ismy juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan itu adalah hal yang biasa. Kita semua tetap satu tujuannya, yaitu memilih pemimpin yang amanah dan terbaik. (Eff)

Leave a Reply