Rusak Dilintasi Kendaraan Proyek, Masyarakat Tanak Awu Blokir Jalan

GrafikaNews.com - Sejumlah Masyarakat Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah kembali melakukan pemblokiran Jalan. Senin, (15/02/2020)

Aksi pemblokiran jalan tersebut merupakan aksi protes terhadap Pemerintah Desa setempat dan para Suplayer pengangkut material proyek pembangunan jalan By Pass yang hilir mudik melintasi ruas jalan Desa Tanak Awu.

Chairil Najid koordinator aksi menjelaskan, pemblokiran jalan ini di lakukan lantaran muak dengan para Suplayer proyek dan Pemerintah Desa setempat yang seolah-olah tidak serius merespon tuntutan masyarakat.

“Sebagai masyarakat kami hanya ingin bertatap muka dan bermediasi agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara baik-baik, namun sayangnya dari pihak Suplayer dan Pemerintah Desa seperti tidak ada etikad baik" terang Chairil Najid koordinator aksi.

Ia juga menuturkan, aksi yang sama pernah di lakukan warga sebelumnya, dengan tuntutan agar Pemerintah Desa setempat hadir ke lokasi untuk melakukan klarifikasi dan melihat kondisi jalan yang rusak parah akibat dari kegiatan proyek pembangunan jalan By Pass tersebut.

“Pada tanggal 30 Desember kemarin, kita mengadakan pemblokiran jalan, dengan tuntutan agar Kepala Desa atau aparatur Desa bisa hadir ke lokasi, tepatnya di pertigaan dusun selawang, untuk melakukan klarifikasi dan melihat jalan yang rusak parah” papar Chairil Najid

Selanjutnya, masyarakat Desa Tanak Awu dan para Suplayer proyek jalan By Pass diketahui sempat membuat surat perjanjian bersama, akan tetapi dengan alasan tertentu surat perjanjian itu dibawa oleh para Suplayer.

“Kami sudah membuat surat perjanjian, surat perjanjian tersebut di bawa oleh pihak suplayer dengan alasan mau di tanda tangani oleh semua suplayer, tetapi sampai hari minggu (kemarin,red) surat perjanjian itu tidak di kembalikan, seperti di sepelekan begitu, dan akhirnya kami kembali melakukan blokir jalan” kata Chairil Najid

Lebih Lanjut, Chairil Najid juga mengungkapkan dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan proyek tersebut. Selain jalan yang rusak, masyarakat saat ini banyak terserang penyakit pernapasan seperti asma.

Sementara itu, Kepala Desa Tanak Awu, Lalu Wisnu Wardana saat dimintai keterangannya membenarkan peristiwa pemblokiran jalan yang dilakukan oleh warganya ini.

"Pihak Desa sudah memfasilitasi kedua belah pihak untuk menemukan solusi permasalahan ini. Beberapa waktu lalu memang sempat ada semacam surat perjanjian untuk ditandatangani, akan tetapi pihak Suplayer tidak melaksanakannya, makanya akses jalan diblokir kembali oleh warga" terangnya.

Lalu Wisnu menambahkan, terkait terjadinya pembelokiran jalan oleh warganya ini, pihak Desa sudah melakukan upaya mediasi kembali. Dibantu oleh aparat Kepolisian, tuntutan warga sudah di atensi oleh pihak Suplayer proyek dengan ditandatanganinya surat perjanjian. ( Eff )

Tags:

Leave a Reply