Pembangunan Megaproyek Global Hub Bandar Kayangan Kapan Dimulai?

Dr. H. NAJMUL AKHYAR, SH, MH bersama Para Investor Global Hub Kayangan, 6 Agustus 2019 lalu (www.ntbprov.go.id)


GrafikaNews.com - Dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024, megaproyek Global Hub Bandar Kayangan masuk menjadi prioritas pembangunan nasional. 

Global Hub Bandar Kayangan rencananya akan berlokasi di lima desa, dua di Kecamatan Bayan dan tiga di Kecamatan Kayangan. Ada pun desa-desa itu, yaitu Gumantar, Selengan, salut, Mumbul Sari dan Akar-akar. 

Sementara itu, Alfian Zubair, Kepala Bidang Citra Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Utara mengakui belum adanya pembangunanan yang akan dilakukan untuk membangun Global Hub Kayangan. 

Mega proyek ini, kata Alfian, akan dibangun diatas lahan seluas 7373 Hektar dan merubah dua kecamatan; Bayan dan Kayangan serta merubah lima Desa, yaitu Gumantar, Selengan, salut, Mumbul Sari dan Akar-akar. 

“Untuk komunikasi dan pantau tetap, tapi untuk progress fisik belum ada, karena mereka masih proses pencarian investor baru lagi,” cerita Alfian. 

Pada awalnya, PT Diamar Mitra Kayangan atau Son Diamar akan bermitra bersama PT Bandar Kayangan akan membangun Global Hub Kayangan. Namun akhirnya PT Bandar Kayangan akan bermitra dengan PT Gerbang NTB Emas Co.,Ltd, milik Provinsi NTB. 

Lain halnya dengan kata warga mengenai Global Hub Kayangan, salah satunya dari Suryadi Masyakat Desa Selengan, Kecamatan Kayangan sejauh ini belum ada pembangunan yang dilakukan oleh pihak Global Hub Kayangan untuk membangun pelabuhan sekelas internasinal itu. 

Beda halnya dengan Mainah, warga asal Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, ia mengatakan isu-isu mengenai Global Hub itu sudah lama, tapi sampai sekarang belum ada pembangunan sama sekali terkait Global Hub Kayangan. “Belum ada, tapi isu-isunya lama, tapi ndak jadi. Lama sekali,” katanya. 

Tanggapan lain datang dari Dewa Gede Sudarma, Warga Anyar, Kecamatan Bayan pun merasa kecewa karena lahan yang seharusnya sebagai tempat Global Hub itu disewakan oleh Pemerintahan Kabupaten Lombok Utara kepada pihak swasta untuk tambak udang.
“Eh! Malah disewakan. Sekarang tanah itu sudah berlubang-lubang, jadi tambak udang,” keluh Gede. (hyn)

Leave a Reply