Miris! Siswa SMP ini Nekat Panjat Pohon Demi Mencari Sinyal Internet, Ini Kata Pendamping Desa Emil Baru

Andreas siswa SMPN satu atap Emil Baru. (Foto: Istimewa)

BATULICIN, Grafikanews.com - Andreas siswa SMPN satu atap Emil Baru, Desa Emil Baru Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanah Bumbu sampai nekat memanjat pohon kariwaya hanya untuk mencari sinyal internet. Ia dikabarkan sedang mencari info mengenai pelajaran online (daring). 

Hal ini diceritakan Pendamping Desa Emil Baru Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanah Bumbu, Santoso kepada Grafikanews.com melalui pesan chatting Whatsappnya, Minggu (2/5/2021).

Santoso mengaku, untuk pelajaran anak-anak SD dan SMP memang dibuat sistem belajar secara tatap muka dengan tetap jaga jarak serta terapkan protokol kesehatan. Namun, untuk murid SMA mereka belajar secara online.

"Jadi bukan hanya masalah anak anak yang sekolah SMA, namun warga juga membutuhkan sinyal internet," terang Santoso.

Menurut Santoso, hanya untuk mencari sinyal internet, warga kadang harus menempuh jarak berkilo meter menuju Jalan Lumpangi-Batulicin, dipinggir jalan menanjak sekitar 10 Meter ke atas baru kadang mendapatkan sinyal.

Untuk itu lanjut Santoso, saya dengan kades emil baru Bahrudin, juga mengharapkan adanya pembangunan tower jaringan internet yang sangat diperlukan di desa emil baru, untuk mempermudah kami dalam berkomunikasi melalui internet dalam pekerjaan pemerintahan di desa ini.

Menanggapi masalah Pendidikan anak, Kepala Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Eka Saprudin pernah mengatakan, "kalau memang disana masalah pendidikan SMA-nya terkendala jaringan internet, itu nanti bisa saja kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, asalkan ada informasi dari warga desa emil baru," terang Eka saat dikonfirmasi diruang kerjanya beberapa hari yang lalu.

"Jadi intinya, bila memang adanya keluhan masyarakat desa emil  baru, maka akan segera kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel," jelas Eka.

Eka juga menjelaskan, bahwa sekarang ini untuk kelas 6 ataupun kelas 9 sudah di berlakukan belajar secara tatap muka dengan jumlah yang dibagi dua. Misalkan satu kelas ada 30 siswa maka dibagi dua dengan secara berganti waktu pembelajaran.

"Pembelajaran tatap muka ini sudah diberlakukan, namun tergantung dari orang tua wali murid, bila anaknya tidak diperbolehkannya untuk ikut belajar secara tatap muka, maka anak itu belajar secara online," tutup Eka. [Joni]

Tags:

Leave a Reply