Masyarakat Penujak Tolak Lokasi Karantina Covid-19 di Desanya.

Pertemuan Tokoh Masyarakat Desa Penujak bersama Management Ilira Hotel.

Penolakan lokasi karantina di Kabupaten Lombok Tengah kembali terjadi. Kali ini giliran masyarakat Desa Penujak yang menolak Ilira Hotel yang berada di wilayahnya dijadikan sebagai lokasi karantina Covid-19. 

Kepala Desa Penujak, Lalu Suharto dengan tegas menolak Ilira Hotel yang berada diwilayahnya dijadikan sebagai lokasi karantina apalagi tanpa melalui musyawarah dan pemberitahuan terlebih dahulu. 

"Tidak pernah ada pemberitahuan atau musyawarah terlebih dahulu dari Pemerintah Daerah. Masyarakat juga sudah banyak yang mengadu dan menolak Ilira Hotel dijadikan sebagai lokasi karantina" ungkapnya. 

Suharto juga menambahkan, masyarakat disekitar merasa sangat resah dengan hal ini. Apalagi masyarakat banyak menemukan orang-orang yang musti di karantina ini bebas berkeliaran. 

"Masyarakat meminta sesegera mungkin untuk memindahkan lokasi karantina ketempat yang lebih jauh dari pemukiman. Jika tidak, masyarakat siap turun tangan untuk memindahkan mereka" terangnya. 

Sementara itu, General Manager Ilira Hotel, Anang  membeberkan bahwa informasi dari pemerintah daerah terkait siapa yang akan di inapkan di hotel tidaklah sesuai dengan informasi awal. 

"Informasi awal dari pemerintah daerah yang akan di inapkan disini adalah Para Medis dan Dokter, tetapi kenyataannya yang datang adalah Eks Klaster Gowa" tuturnya. 

Selain itu, Anang menjelaskan, pihaknya telah melakukan pertemuan bersama Kepala Desa, Kadus, Tokoh Pemuda serta Tokoh masyarakat setempat (22/04), dan sama-sama sepakat menolak Ilira Hotel dijadikan tempat Karantina Covid-19. (Eff)

Leave a Reply