"Hari Ini Momen Bersejarah”: Ungkapan Haru Yahya Usman Usai Kawinkan Dua Emas di Kejurnas Banyuwangi

Banyuwangi, GrafikaNews.com - Hari ini menjadi momen bersejarah.” Kalimat itu meluncur pelan namun penuh makna dari bibir Muhammad Yahya Usman, sesaat setelah ia memastikan diri sebagai juara di dua nomor bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda 2025 yang digelar di Banyuwangi.

Bukan tanpa alasan Yahya menyebut hari itu sebagai tonggak penting dalam hidupnya. Ia baru saja mengukir prestasi besar mengawinkan dua medali emas sekaligus pada nomor Individual Time Trial (ITT) dan Individual Road Race (IRR) kategori Men Junior.

“Sebuah pencapaian gemilang yang tak hanya membanggakan saya secara pribadi, tapi juga menjadi sejarah baru untuk Sulawesi Barat,” ucap atlet asal Polewali Mandar itu dengan mata berbinar.

Namun keberhasilan ini tidak datang secara instan. Tiga tahun lalu, masih di lintasan yang sama, Yahya merintis langkahnya dengan sebutir medali perunggu. Tahun berikutnya di Lubuklinggau, ia membawa pulang dua perak dan satu perunggu. Di Batam pada 2024, prestasinya meningkat dengan satu perak dan dua perunggu. Tahun ini, semua perjuangan itu akhirnya mencapai puncak.

“Setiap medali punya ceritanya sendiri. Tapi dua emas ini, rasanya berbeda. Ini hasil dari kerja keras, doa, dan dukungan banyak pihak,” kata Yahya, mengenang proses panjang yang telah ia lewati.

Dalam momen harunya, Yahya tak lupa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tulus kepada banyak pihak. “Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua Umum Pengprov ISSI Sulawesi Barat dan jajaran yang selalu mendukung kami para atlet. Juga kepada Kadispora Sulbar yang memfasilitasi keberangkatan saya ke Kejurnas ini.”

Ia juga menyoroti peran penting ISSI Polman yang telah membina dan mempercayainya sejak awal. “Tanpa kepercayaan mereka, saya mungkin tak bisa sejauh ini.”

Tak hanya institusi, Yahya juga menyebut komunitas kecil yang selama ini menjadi tempatnya bertumbuh yakni Plonthos Team.

“Itulah rumah kedua saya. Tempat saya ditempa, dibentuk, dimotivasi. Mereka bukan sekadar rekan latihan, tapi keluarga dalam perjuangan,” tuturnya.

Dan ada satu nama yang tak kalah penting: Agus Budiyono, pemilik Homestay Flamboyan Inn 2 di Banyuwangi.

“Pak Agus jadi official dadakan saya selama Kejurnas. Beliau bukan hanya menyediakan tempat tinggal, tapi juga tenaga, waktu, dan dukungan. Terima kasih yang tak terhingga, Pak," ungkapnya. 

Yahya berharap, keberhasilannya ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda di Sulawesi Barat. Ia percaya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

“Semoga ini jadi pelecut semangat buat teman-teman semua. Tetaplah berlatih, teruslah bermimpi, dan jangan pernah menyerah. Karena hasil tak akan mengkhianati proses,” tutupnya dengan penuh harap. (amn)