Kreatif Nih! Intip Cerita Sukses Bisnis Bonsai di Masa Pandemi

Cerita Sukses Bisnis Bonsai Cantik yang Makin Untung. (Sumber : Merdeka.com)

GrafikaNews.com - Pandemi Covid-19 yang hingga kini masih merajalela membuat sebagian besar orang terdampak secara tidak langsung. Dari semua sendi kehidupan, ekonomi menjadi salah satu dampak yang timbulkan Covid-19. Namun bagi sebagian orang, munculnya pandemi Covid-19, justru membuat mereka banyak keuntungan.

Salah satunya para pengusaha yang bergelut di bidang bonsai dan tanaman hias. Meski pandemi Covid-19 menggempur perekonomian nasional, nampaknya hal ini tidak begitu berpengaruh bagi bisnis yang dimiliki oleh Langgeng Pambudi, seorang pria asal Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang bergelut di bisnis pohon bonsai sejak tahun 2010.

Bisnis yang dibangun oleh pria berusia 29 tahun tersebut berawal dari rasa penasaran. Pria yang akrab disapa Langgeng tersebut lantas mengaku semakin tertarik untuk mempelajari proses penanaman hingga budi daya tanaman bonsai.

"Saya dari tahun 2010. Awalnya, saya dulu iseng beli lalu belajar bagaimana cara membuat bonsai yang benar. Lalu ya jadi lama-lama tertarik untuk budi daya sendiri," ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Senin (16/11).

Melalui proses belajar yang cukup lama, kini bisnisnya mendatangkan keuntungan. Terlebih di masa pandemi kali ini, keuntungannya justru meningkat hingga dua kali lipat. Lantas, sebenarnya bagaimana cerita awal hingga terbentuknya bisnis bonsai yang kini justru semakin menguntungkan tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.

Tetap Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Meski menekuni proses budi daya sejak umur 19 tahun, kini dirinya mengaku masih mempelajari banyak hal dari bisnis tersebut. Kini, lebih dari 12 jenis dan ratusan bibit pohon bonsai tengah berkembang di kebun yang masih ia sewa bersama salah seorang teman bisnisnya. Saat pandemi, banyak pelanggan yang justru merasa tertarik dengan tanaman bonsai tersebut.

"Yang minat ya kalau pandemi begini justru meningkat. Terkadang ada juga yang bertanya-tanya soal bagaimana merawat bonsai,” ungkapnya.

Ternyata, berkembangnya bisnis bonsai tersebut juga tak lepas dari adanya strategi penjualan yang dipertimbangkan. Secara langsung, Langgeng menuturkan bahwa penjualan pohon bonsai tersebut dapat disalurkan melalui komunitas para pengrajin bonsai hingga dipasarkan secara online.

"Kita ya selama ini menjual bisa disalurkan melalui komunitas, karena kan kita ada komunitasnya sendiri sebenarnya. Kalau enggak, ya lewat online seperti Facebook. Begitu," tambahnya.

Keuntungan Berlipat

cerita sukses bisnis bonsai cantik yang makin untung

Ketertarikan banyak orang terhadap kecantikan pohon bonsai tersebut diakuinya meningkat tajam selama setahun belakangan. Dari awal tahun, bisnis bonsai tersebut berhasil meraup keuntungan hingga Rp10 juta per bulan. Hal ini berbeda jauh dengan keuntungan yang dihasilkan pada masa sebelum pandemi yakni hanya berkisar antara Rp5-8 juta per bulan.

"Selama pandemi pendapatan iya meningkat, pandemi ini bisa lah Rp40 ribu per pohon. Itu per pohon jadi ya. Jadi kasarannya kita per bulan ini kalau sekarang ya bisa sampai Rp10 juta. Kalau sebelum pandemi ini ya dulu rata-rata kisaran Rp5-8 juta lah," imbuhnya.

Sempat Alami Kerugian

Meski kini tengah meraup keuntungan, namun kerugian juga tak luput dirasakan pengrajin tanaman bonsai yang satu ini. Sejak awal bergelut di usahanya tersebut, ia mengaku pernah merugi hingga 500 bibit pohon bonsai yang dikelolanya di sebuah lahan dengan kondisi cukup memprihatinkan.

"Pernah dulu rugi 300 dari 500 bibit pohon, itu dulu karena tidak sempat terurus dan lingkungan grounding yang memang kekurangan air. Tapi ya enggak apa-apa," ceritanya.

Bagikan Kunci Keberhasilan

cerita sukses bisnis bonsai cantik yang makin untung

Namun, hal tersebut tak membuatnya putus asa. Ia tetap berjuang dengan gigih kembali untuk mengembangkan bisnis yang pada awalnya hanya merupakan hobi pembunuh waktunya saja. Ia menyebut, kunci keberhasilan bisnis bonsai adalah ketekunan dan kegigihan untuk memberikan perawatan terbaik bagi bibit bonsai yang hendak dipasarkan tersebut.

"Kuncinya ya itu, tanaman harus dikontrol. Paling tidak seminggu sekali kalau grounding di lahan di tempat tertentu, kalau di rumah ya harus setiap hari," pungkasnya. (*)

 

(Sumber : Merdeka.com)

Tags:

Leave a Reply