• Jumat, 14 Juli 2020

Bansos Covid-19 Desa Wakan Diduga Janggal, LK2T Lakukan Hearing

Pahri Rahman, Ketua Tim Kajian LK2T.

Pahri Rahman, Ketua Tim Kajian LK2T.

Grafika News - Lombok Timur - Diduga janggal dan tidak sesuai prosedur, Lembaga Kajian Kebijakan dan Trasnsparansi (LK2T), lakukan hearing terkait proses penyaluran Bantuan Sosial Penanganan Covid-19 di Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Senin, (18/05/2020)

Baca juga:

Pahri Rahman, Ketua Tim Kajian LK2T menyampaikan, 
mengingat bantuan sosial Covid-19 ini sangat penting bagi masyarakat, maka prosesnya haruslah jelas dan sesuai prosedur, mulai dari proses pendataan di Tingkat RT, Dusun, dan Desa, sampai tahap penyalurannya kepada masyarakat. Kemudian, setelah melakukan kajian, kami menemukan ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan prosedur dan diduga janggal dalam proses penyaluran Bantuan Sosial Covid-19 di Desa Wakan. 

Adapun beberapa hal janggal hasil kajian LK2T, ungkap Pahri, diantaranya adalah: 
1. Data penerima bantuan sosial banyak yang dowble.
2. Tidak ada transparansi dan publikasi Data penerima bantuan sosial kepada Masyarakat.
3. Data penerima bantuan PKH tidak sesuai dengan data yang ada di kantor Desa.
4. Tidak dilibatkannya tim relawan Covid-19 dalam proses pendataan dan penyaluran bantuan. 

Bansos Covid-19 Desa Wakan Diduga Janggal, LK2T Lakukan Hearing

Selanjutnya, setelah melalui proses hearing bersama Pemerintah Desa Wakan, bersepakat dan berkomitmen untuk:

1. Kepala Desa beserta semua perangkat Desa Wakan akan masuk kantor layaknya Desa lainnya.

2. Melakukan revisi atau perubahan terkait data penerima Bantuan Sosial Covid-19 serta bantuan lainnya bersama LK2T, Pemuda dan Masyarakat Desa Wakan. 

3. Melakukan publikasi data penerima Bantuan Sosial Covid-19 di Kantor Desa Wakan dan di Setiap Dusun yang ada di Desa Wakan.

4. Berkomitmen melakukan keterbukaan informasi APBDes, serta informasi publik lainnya baik menggunakan baliho, papan informasi, atau web desa. 

5. Memperjelas dan memperbaiki keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). 

6. Memperbaiki data penerima banatuan untuk guru mengaji. 

7. Berkomitmen bersama LK2T, BPD, LKMD, BKD, KARANG TARUNA ataupun elemen-elemen  masyarakat lainnya untuk memajukan Desa Wakan.

Demikian hasil hearing LK2T bersama Pemerintah Desa Wakan, yang juga di hadiri oleh Kapolsek Jerowaru, Ketua BPD Desa Wakan dan Ketua Lembaga yang ada di Desa Wakan. (Eff) 


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook:

Tambahkan Komentar